Kebanyakan orang uangnya dikonsumsi, misalnya dibelikan mobil
saya adalah orang yang paling anti membeli mobil, karena nilainya turun
Saya belum pernah membeli obligasi karena obligasi memberikan return yang kecil.
Saya juga tidak menaruh uang saya di reksadana,
karena menaruh uang di reksadana artinya uang kita dikelola oleh orang lain
Saya juga tidak pernah membeli emas, karena emas tidak produktif. Jika kita simpan emas 1 kg,
maka 10 tahun lagi tetap 1 kg.
Dan saya juga tidak membeli dolar.
Orang yang menyimpan dolar umumnya mengharapkan hal yang buruk terjadi,
krisis ekonomi, negara tidak stabil, agar rupiah melemah dan dia memperoleh keuntungan.
Berbeda dengan orang yang membeli saham, ia akan selalu mengharapkan yang baik yang terjadi,
seperti negara aman, ekonomi bertumbuh, dan daya beli meningkat agar harga sahamnya pun
ikut meningkat.
Saya juga tidak menaruh uang dalam jumlah besar di rekening bank. Hanya secukupnya saja.
Buat apa kita taruh uang di bank? Rugi, karena bunganya kecil.
Orang yang menaruh uangnya di bank, misalnya di deposito, dengan bunga kecil,
dan inflasi yang begitu besar, dia sebetulnya sedang membuat dirinya miskin secara pelan-pelan.
Minggu, 09 Februari 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar