Jumat, 14 Februari 2014

Forexindo, Kaskus)

Sukses dan gagalnya trader selalu menjadi kisah yang menarik untuk disimak. Kisah unik yang memiliki persamaan dan juga perbedaan dalam proses perjalanan yang mereka lakukan. Pengalaman fenomenal yang mungkin tidak terbayangkan sebelumnya diantara trader.
Baru – baru ini, saya menelusuri salah satu forum trading dan menemukan banyak trader saling sharing mengenai suka duka dan harapan mereka.
Salah satu yang menarik perhatian saya adalah: kisah seorang trader forex bernama ben slamet (nama / nick-nya dalam forum tersebut). Di forum tersebut, ia cukup dikenal karena telah berbagi pengalaman nyata hidupnya dan telah menjadi inspirasi bagi sebagian orang.
Dia pernah hancur di bisnis forex trading. Ia beserta istri sempat hidup jadi gelandangan selama 2 tahun. Setelah diusir dari rumah kontrakan-nya, mereka-pun pernah tidak diterima di rumah saudaranya dan pernah kesulitan mendapatkan uang hanya sekedar untuk makan; terlebih, sang istri sedang hamil 4 bulan pada saat itu.

Dia sadar betul akan beratnya perjuangan yang akan dihadapi. Namun, dia tidak menyerah begitu saja, dia tetap terus berjuang, “bangkit” kembali melalui aktifitas forex trading yang perlahan membaik. Dia mulai sharing dengan trader lain sembari belajar trading di forum tersebut. Bang ben (panggilan-nya dalam forum) menemukan makna tersendiri melalui sharing, dimana ia telah mendapatkan mentor sekaligus teman, bukan saja berbagi teknik – teknik trading, mereka juga saling bersenda – gurau.

Harapan / impian bang ben sederhana, beliau hanya ingin berbagi pengalaman, baik kisah nyata hidupnya dan teknik trading kepada orang yang mungkin membutuhkannya. Dia bersyukur kepada Tuhan atas segala yang diberikan-Nya; istri, anak, dan rekan – rekan trader yang sudah mendukungnya hingga saat ini. Entah bagaimana cerita lengkapnya, dia mengatakan, “syukurlah, gara-gara forex saya juga bisa ketemu dengan istri saya sekarang”.
Terkadang, disaat kondisi seorang trader loss besar-besaran, ia pun merasa “sendirian”, down, hancur dan masalah pun seakan bertumpuk menjadi satu. Perasaan tersebut dapat menghanyutkan pikiran menjadi tidak rasional sehingga larut dan terpuruk semakin dalam.
Seperti halnya lagu “you are not alone” milik Michael Jackson, kisah nyata ini mempunyai  kemiripan pesan pula. Bahwa, “Anda tidaklah sendirian” pula dalam perjalanan trading yang sedang dijalani saat ini. Berbagi / sharing melalui media online, dapat menjadi salah satu pilihan alternatif seorang trader untuk bangkit dari keterpurukan yang ada.
Saat ini, pilihan media online  tersebut dapat dengan mudah ditemukan oleh siapapun; baik di Blog trading kami, forum – forum trading (Forexindo, Kaskus), hingga facebook. Selain memberikan pengalaman yang menyegarkan, media tersebut juga mejadi penghubung komunitas trading online yang aktif.
Setiap kisah, baik suka, duka, harapan ataupun impian “dari trader, oleh trader, dan untuk trader” tersebut, diharapkan dapat menjadi edukasi atau inspirasi bagi Anda yang sedang menjalani, maupun Anda yang baru mengenal dunia trading saat ini.
Bagaimana dengan Suka Duka Anda? Berbagilah bersama kami, karena Pengalaman adalah Guru Terbaik bagi kita semua.

Jan Sramek – Goldman Sachs, 24 years old

Trader di Wall Street adalah layaknya bintang Hollywood.
Dengan hasil trading mereka di bidang saham, mata uang, komoditi dan derivatif produk, mereka secara rutin membawa pulang gaji dan bonus yang besar. Beberapa majalah trading di wall street sering menampilkan mereka sebagai sampul majalah beserta jet pribadi serta helikopter yang mereka miliki.
Kita mungkin tidak pernah tau apabila mereka menghabiskan $100,000 hanya untuk membeli dudukan toilet :D . Pada kenyataannya mereka telah “membuat” banyak uang, namun mereka juga membelanjakannya dalam jumlah banyak.
Ok, sudah cukup mengkhayalnya :D , kali ini kita membahas cerita seorang trader fenomenal dari Wall Street.

Jan Sramek – Goldman Sachs, 24 years old

Sramek terpilih sebagai Top Trader termuda dari 100 Top Trader di Wall Street. Dengan usianya yang masih muda, Sramek dikenal mempunyai temperamen yang cukup arogan. Dia membuat komentar di situs Twitter pribadinya sesaat setelah diwawancarai oleh 4 reporter CNN,
Saya baru saja berdebat ekonomi dengan 4 orang reporter CNN yang baru lulus kuliah. Mereka melihat saya seperti Gordon Gekko.
Gordon Gekko adalah seorang tokoh utama antagonis (diperankan oleh Michael Douglas) di dalam film “Wall Street” yang mempergunakan kekuatan uangnya dalam mengendalikan market. Mhhmm…. jadi teringat George Soros :D
Namun meski pribadinya yang dikenal arogan dan ambisius, Sramek dikenal sebagai individual yang sangat jenius. Dia memecahkan rekor dunia sebagai siswa yang mendapatkan nilai A di 10 bidang mata pelajaran, dan sekarang masih berstatus sebagai siswa di London School of Economic.
Perjalanan karirnya sebagai trader dimulai ketika berusia 13 tahun. Setelah kuliah dia pengalaman tradingnya semakin menanjak dan dia mengumpulkan banyak uang dari hasil trading.
Pengalaman tradingnya tidak main-main, Sramek sempat menjadi analis market di investment bank seperti AKO Capital, Marshall Wace, Barclays Capital, Deutsche.
Sampai akhirnya Sramek menginjakkan kakinya di belantara Wall Street bersama Goldman Sachs, dan disinilah karirnya menanjak pesat. Bersama rekan satu tim nya di divisi Emerging Market Trading Desk Goldman Sachs, dia meraih hasil yang sungguh mencengangkan dunia.
story of trader jan sramek
Di quarter pertama 2010, divisi Sramek membuat rekor trading 35 hari tidak pernah loss dan menghasilkan lebih dari 100 juta dollar Amerika untuk kas Goldman Sachs.

Wawancara dengan Jan Sramek

Apa yang memotivasi kamu?
Saya berkompetisi dengan diri saya sendiri. Bekerja dengan orang yang bisa membuat saya terkejut dan belajar darinya.
Apa target kamu di masa depan? Apa yang akan kamu lakukan di masa 15 tahun yang akan datang?
Idealnya saya bekerja di bidang finansial, namun disatu sisi saya juga suka menjadi entrepreneur. Market itu seperti puzzle yang fantastik dan terus berubah setiap anda menambahkan satu demi satu bagian puzzle. Saya sangat menyukai tantangan intelektual seperti ini.
Apa tujuan hidup yang ingin anda capai?
Saya ingin menjadi orang yang membuat sesuatu perubahan yang besar, dan saya butuh posisi yang kuat untuk ini. Sekolahan mendidik kita sesuai buku teks, mereka jarang melahirkan seorang individu yang berpikir secara independen.
Jika kamu menjadi CEO di suatu perusahan di dunia? perusahaan mana yang kamu inginkan? dan kenapa?
Saya tidak ingin itu. Saya mungkin tertarik untuk menjadi seorang hedge fund, namun hanya untuk belajar bagaimana mengelola. Saya tidak melihat posisi CEO sebagai sesuatu yang menarik.
Apa kamu punya buku atau blog favorit?
Saya subscribe (berlangganan artikel melalui email) di 168 situs dan blog. Jadi saya punya beberapa blog favorit yang semuanya mengenai entrepeneurship dan financial markets.
Dalam kalimat terakhirnya, Sramek meninggalkan pesan bagi semua trader,
See everything in terms of risk-reward, almost like a trade. Determine your entry, exit and stop loss. Know when to get out.
Sebagai Top Trader termuda, Sramek menekankan bahwa risk-reward menjadi komponen penting dalam kesuksesan tradingnya. Sesuatu hal yang sebenarnya sangat basic, mudah untuk diucapkan namun susah untuk dilakukan ketika emosi dan keserakahan mengambil alih akal sehat kita.

Paul Rotter

Pada tahun 2003, suatu broker di London mencatat bahwa salah satu customer nya telah membukukan volume trading yang paling tinggi selama 8 tahun berturut-turut. Adalah Paul Rotter seorang trader sukses dengan jumlah lot trading rata-rata sebesar 3 juta setiap bulan dan berhasil membukukan 65 – 78 juta dollar setiap tahunnya.
paul rotter
Tidak dapat dibantah, Paul Rotter adalah salah satu seorang scalping trader sukses di muka bumi ini. Sukses trading Paul Rotter dimulai ketika ia bersama Kinski (salah satu teman dekatnya) membuka Greenhouse, suatu firma finansial. Dari modal awal sebesar $526,000, dalam tiga bulan kemudian Greenhouse telah membukukan profit $6,5 juta.
“Paul terkadang bertindak kontroversial, beberapa trader di firma kami tidak menyukainya karena dia selalu mengganti-ganti posisinya secara cepat”, kata Kinski.
Karakter Paul ini cocok sekali dengan yang dikatakannya dalam salah satu wawancara.
Semua trader dapat mencoba untuk menapaki kesuksesan Paul Rotter, dan berikut adalah wawancara lengkap Paul Rotter dengan salah satu majalah trader :
Q :Moment apa yang membawa kamu untuk terjun di dunia trading?
A : Aku memulainya dengan mengikuti suatu kontes trading, ketika itu aku masih duduk di bangku sekolah.

Q : Bagaimana anda bisa menjadi profesional?
A : Waktu itu aku bekerja di salah satu bank Jepang, dan aku bertemu dengan salah seorang chieftrader di bank tersebut. Dia berhasil membukukan profit yang konstan dan aku banyak berdiskusi dengannya mengenai psikologi market.
Q : Selama karir profesional kamu, apa kamu terus menjadi seorang scalper atau pernah mencoba strategi lain?
A : Aku selalu menjadi seorang scalper, namun aku mengatur frekuensi trading aku sesuai volatilitas yang terjadi di market.
Q : Berapa jam sehari kamu menghabiskan waktu di depan komputer ketika trading?
A : Biasanya sekitar 5 jam, namun ketika terjadi event-event market yang besar maka bisa sampai 11 jam.
Q : Berapa timeframe chart yang kamu gunakan?
A : Aku biasanya menggunakan timeframe antara 5 s/d 30 menit. Menggunakan trendline dan indikator Commodity Channel Index (CCI) untuk mengamati volatilitas yang terjadi di market.
Q : Berapa lama biasanya kamu membuka posisi trading?
A : Aku biasanya membuka posisi secara bergantian dalam hitungan menit, paling lama dalam hitungan jam.
Q : Apa yang kamu lakukan bila harga bergerak berlawanan dengan open posisi trading kamu? apa kamu menggunakan stop-loss?
A : Aku akan segera mencari penyebabnya dan menutup posisi bila market bergerak berlawanan denganku.
Q : Kenapa kamu tidak mempunyai problem dalam menutup open posisi mu bahkan dengan cara mengambil posisi yang berlawanan ? Bukankah seharusnya seorang trader harus berpegang teguh kepada opininya?
A : Tidak, anda salah. Seorang analis atau seorang mahaguru trading lah yang harus berpegang teguh kepada opininya. Seorang trader seharusnya tidak mempunyai opini, semakin kuat opini yang dipunyai, maka akan semakin susah pula dia keluar dari loss posisi.
Q : Dengan gaya scalping trading yang kamu lakukan, Risk Management seperti apakah yang kamu terapkan?
A : Aku membuat target harian baik untuk profit atau loss. Yang sangat penting adalah berapa maksimum loss yang bisa aku tahan.
Q : Bagaimana kamu mengatasi faktor emosi dan pikiran-pikiran yang mengganggu ketika trading?
A : Ketika itu semua menjadi makin buruk, aku pergi ke kamar mandi dan menyiram tubuhku dengan air dingin atau meloncat ke kolam renang yang dingin … hahaha
Q : Apa yang kamu lakukan ketika beristirahat sejenak dari trading?
A : Aku biasa berolah raga dan biasanya pergi ke suatu tempat untuk bertamasya.
Q : Apa yang kamu siapkan sebelum trading sehari-harinya? Apa kamu mempunyai suatu rutinitas tertentu?
A : Sebelum market open, aku membaca semua report ekonomi yang akan keluar, pidato dari para petinggi Bank Sentral bila ada, lalu aku mencoba membuat level-level harga penting di market yang akan ku tradingkan. Aku membuat suatu analisa sendiri dan membaca komentar-komentar analis di media untuk mendapatkan gambaran market dan level-level penting di dalamnya.
Jika style tradingnya tidak sensasional, maka kita tidak akan pernah mendengar sepak terjangnya Paul Rotter, sang legenda scalping trader. Keberhasilannya dalam menerapkan style scalping trading membuktikan bahwa seorang individual trader bisa berkembang menjadi seorang trader besar yang tidak kalah dengan seorang fund manager sekelas George Soros.

Johnpaul77

Wawancara dengan Johnpaul77, Sang Trader Sukses

Adalah Johnpaul77, seorang Trader Profesional yang mengaku mendedikasikan dirinya untuk trading for a living. Dengan pengalaman trading selama 3 tahun, mulai dari jatuh bangun, habis modal, berbagi tips & strategi trading, hingga dipaksa untuk berhenti trading ia ceritakan dalam wawancara eksklusif ini.
Tentu seorang Johnpaul77 saat ini telah merasa lega karena berhasil mencapai kebebasan finansial yang diidam-idamkan semua orang. Di bawah ini Johnpaul77 akan bercerita mengenai pengalaman tradingnya kepada seluruh pembaca. Mari kita simak!
Sejak kapan mulai trading dan apa pemicunya?
Saya mulai trading tahun 2010 akhir. Awalnya saya kerja di salah satu broker sebagai marketing. Dari sana saya merasa bahwa trading memang menjanjikan jika dilakukan dengan benar.
Berapa modal pertama dan apakah modal sendiri atau menghimpun dana?
Rp 5 juta, modal sendiri. Dari modal awal itu saya langsung profit 7 juta dalam 3 hari. Orang bilang mungkin beginner’s luck. Dan benar aja, sesudahnya saya loss 10 juta dalam 2 hari … Hahaha. Ternyata disinilah pentingnya kita mengenal strategi trading.
Nah, anda menyatakan pernah mengalami loss, lalu apa yang membuat johnpaul77 tetap bertahan di dunia trading?
Semua Trader Profesional di bidang ini wajib pernah mengalami loss. Pengalaman terburuk dalam karir trading saya ketika saya loss 170 juta dalam sehari. Ampun itu saya sampai ga keluar kamar selama 2 minggu.
Tapi saya engga menyalahkan market, saya sadar itu kesalahan saya. Saya bisa konsisten profit kok sebelumnya. Dan seperti yang saya bilang, anda bisa hidup cukup dari trading forex jika melakukannya dengan benar.
Bagi saya dunia trading ini seperti puzzle yang harus saya pecahkan setiap hari. Dan bagi saya ini menyenangkan.
Loss sebesar itu apa tidak kapok? Dan bagaimana caranya bisa bangkit?
Kapok! Kapok banget! Makanya sampai ga keluar kamar 2 minggu ya karena kapok itu.
Saya renungin apa penyebabnya dan berusaha menyadari apa aja yang udah saya lakukan. Disitu saya menemukan ternyata perbandingan antara profit dengan loss saya itu luar biasa. Ibaratnya dari 10 kali trading, loss cuma 1 kali, tapi sekali loss langsung ludes.
Saya perhatikan ulang seluruh transaksi di statement saya dan saya cocokin sama chart. Ternyata problem-nya cuma 1, saya ga bisa terima loss jadi selalu saya tungguin kalo lagi loss. Sejak itu saya coba gunain stop loss deh.
Jadi berapa total loss Anda sebelum akhirnya bisa seperti ini?
Waduh saya juga bingung ngitungnya, soalnya yang saya pake buat modal juga hasil dari profit. Yang loss 170 juta dalam sehari itu juga awalnya dari 50 juta, lalu profit sampai 170 juta abis itu ludes.
Kalo yang benar-benar modal mungkin ga sampe 200 juta deh kayanya…
Apa saja hasil dan pencapaian anda dari dunia trading?
Materi pastinya. Tapi yang lebih penting, disini saya diajarkan untuk teratur dan mengontrol diri. Teratur mengelola uang dan akhirnya teratur mengelola hidup.
Pasti ga gampang untuk sampai di titik ini. menurut Anda, apa hal tersulit yang pernah Anda hadapi dan bagaimana cara menanggulanginya?
Sulit manage waktu dan mengontrol diri. Karena bisa setiap saat menyaksikan pergerakan dana kita. Mungkin ini karena saya orangnya commit pada 1 hal, maka rasanya tidak mau lepas dari chart. Saya rasa ini juga terjadi pada banyak trader lain.
Kalau cara menanggulanginya ya saya bikin diri saya seperti robot. Setelah saya menganalisa, saya tentukan TP dan SL. Selanjutnya tidak boleh dirubah-rubah. Kalau kena SL ya sudah, berarti analisa saya salah… Belum rejeki lah.
Sebenarnya kalau anda sadar, TP dan SL itu disediakan untuk menanggulangi faktor psikologis kita sendiri agar tetap stick to the plan.
Ketika pertama kali membuka chart, apa fokus utama Anda?
Hmmm … mungkin ini tergantung dari seperti apa strategi trading anda. Kalau saya adalah menunggu moment.
Saya amati apakah ada produk yang akan mendekati support/resistance atau membentuk pattern tertentu. Kalo memang sudah moment-nya ya saya langsung pencet, kalo belum ya saya ngantri pending order. Saya bukan tipe mencari moment, tapi saya menunggu moment.
Apa metode trading yang biasa digunakan?
Kalau dulu saya mencoba mempelajari beberapa teknik dan strategi trading. Saya kira normal, dan mungkin banyak juga trader yang pada awalnya seperti itu. Namun lama kelamaan malah membuat ribet analisa saya karena terlalu banyak faktor yang diperhatikan.
Akhirnya saya kembali ke yang paling basic dan simple… Pakai support resistance saja sampai sekarang.
Apa patokan Anda dalam menentukan support & resistance?
Saya cuma mau support resistance yang strong, jadi saya trading cuma pakai timeframe D1. Saya amati level pergerakan harga kebanyakan bermain di area mana. Dari situlah saya ambil support resistance-nya biar sesuai dengan market range saat itu.
Apakah ada jam-jam tertentu yang paling enak untuk trading?
Ga ada lah. Kan patokan saya cuma support resistance setelah itu ya udah saya biarin mau kena jam berapa pun.
Lalu bagaimana jika posisi yang diambil tidak sesuai?
Kan sudah ada stop loss…
Seperti yang saya bilang, kita sudah disediakan fitur TP & SL yang memang untuk menanggulangi faktor psikologis kita.
Kalau anda masih merubah – rubah TP & SL anda, berarti anda trader yang berlandaskan dengan “doa”, alias berharap ….Hahaha
Anda trading di produk apa?
Awalnya lebih cenderung ke index seperti Nasdaq, Kospi, dan Hang Seng karena profitnya paling cepat, pergerakannya besar dan nilai tick nya juga besar. Lalu beralih ke trading Forex dan LLG (emas)
Mengapa suka yang pergerakannya besar? Bukannya lebih beresiko ya?
Betul, memang keliatannya lebih beresiko. Tapi dari hasil evaluasi saya, yang paling merusak psikologi seorang trader adalah saat melihat pergerakan harga. Semakin besar range harga yang kita mainkan, semakin mudah psikologi kita terganggu.
Misalnya kita target profit 100 point, saat market sudah bergerak 70 point lalu turun lagi 20 point, saat itulah psikologi kita mulai goyang dan akhirnya serba ragu… rusak deh.. ehehehehehhe.
Makanya sejak itu saya ubah strategi, saya target range kecil biar psikologi ga goyang tapi lot nya yang saya gedein, sama aja kan. Dan yang bisa begitu ya di index
Lalu mengapa beralih ke trading Forex dan LLG (emas)? Apakah produk emas dan forex lebih menjanjikan daripada index?
Kalau dari sisi uang sudah pasti lebih menggiurkan index, tapi waktu lebih tersita karena kita harus terus mengawasi pergerakannya yang cepat. Akhirnya jadi no life. Ga punya waktu buat diri sendiri dan buat keluarga. Makanya saya beralih ke produk yang lebih santai seperti trading forex dan gold.
Lagipula saya sudah biasa dengan pergerakan index, otomatis ketemu forex atau gold ya berasa jauh lebih pelan. 1 jam di index udah berasa 1 hari di forex.
Selama anda mengenal dunia trading, bagaimana cara anda menilai sebuah Broker?
Kalau dari segi teknis, mesti yang eksekusinya cepat, trading rules tidak aneh-aneh, chart juga tidak aneh-aneh, mau WD gampang dan tidak dipersulit.
Kalau dari segi trust mau ga mau harus kita coba dulu sambil saya amati bagaimana si broker meng-handle sebuah masalah, bagaimana solusi mereka, dan yang paling penting bertanggung jawab terhadap kesalahannya.
Kalau saya bilang tidak ada broker yang tidak “bandar”, yang ada hanyalah bandar fair atau tidak.
Semakin banyak terms yang ditawarkan sebuah broker, semakin aneh itu broker pasti. Apalagi kalo terms-nya “fleksibel”, mending jangan deh!
Sebagai seorang trader profesional, mengapa memilih untuk trading di Futures Galleria?
Awalnya saya tertarik karena baca komentar-komentar dari para user FG yang ada di website FG dan forum-forum. Setelah saya pikir-pikir, tidak ada broker lain yang berani menyediakan kotak “comment” di website mereka, karena saya tau pasti isinya lebih banyak protesnya …Hahaha.
Saya bacain bagaimana mereka berkomunikasi dengan trader nya ketika ada masalah, dan bagaimana win-win solution-nya. Darisini saya pikir FG berani untuk transparan. Bahkan yang saya salut dari FG, mereka tidak pernah menghapus komentar negatif orang, itu masih ada sampai sekarang.
Setelah saya trading di FG saya merasa nyaman. Tidak pernah ada kesulitan WD yang saya alami. Problem sih pasti ada ya, saya juga pernah ngalamin sendiri ketika server down. Tapi saya rasa masih wajar, sekelas Google atau Yahoo aja bisa down, dan saya juga pernah mengalaminya di broker-broker yang lain. Tapi di FG mereka mengkomunikasikannya dengan baik, serta memberikan win win solution.
Apa rencana Anda kedepannya?
Saya pengen punya broker sendiri … Hahaha. Yaa.. minimal ingin mempunyai saham di broker lah.
Saya juga punya cita – cita ingin bisa trading dalam skala besar, bermain langsung ke World Bank seperti hedge fund manager di Wall Street. Dan saat ini saya sedang membentuk sebuah team trader ke arah sana.
Tapi intinya bisnis yang ingin saya jalani, tidak jauh – jauh dari dunia trading.
Apa Anda tidak tertarik untuk mencoba bisnis lain?
Pernah saya nyoba properti, main tanah, rumah, rentalin mobil, tapi ga ada yang se-asik trading jadi ga saya terusin.
Jaman sekarang punya duit 1M mau bisnis apa sih. Sama-sama ada resiko loss ya mending pilih trading yang hasilnya lebih cepet keliatan. Jadi hidup ga dipenuhi rasa was-was yang panjang.
Apa saja kiat – kiat untuk menjadi trader sukses?
Wah kalau dibilang sebagai trader sukses juga belum ya.. Tapi saya ingin memberi sedikit tips buat teman – teman trader:
  1. Mental yang kuat. Ini adalah dasar yang paling dasar yang harus dimiliki semua orang dalam menjalani hidup ini.
  2. Siap resiko. Ingat, bisnis apapun pasti memiliki resiko. Perhitungkan dulu kemungkinan loss-nya, jangan profit-nya dulu.
  3. Belajar dari kesalahan. Evaluasi apa yang bikin loss dan apa yang bikin profit. Setelah itu commit terhadap evaluasi yang sudah dibuat.
  4. Follow the system. Jangan sibuk cari metode baru, cukup patuh saja pada alat bantu yang sudah ada.
  5. Support resistance. Ini adalah alat bantu paling vital dalam trading agar kita tau batas.
Bagaimana pendapat Anda akan proyeksi dunia trading yang Anda jalani saat ini?
Dunia trading akan semakin berkembang pastinya, mengingat industri ini tidak lepas dari faktor teknologi dan finansial.
Saya rasa dengan nilai volume transaksi trilyunan dollar sehari sudah cukup menjelaskan bagaimana menariknya bisnis ini bagi para investor di seluruh dunia. Kalau tidak menarik kenapa nilai transaksinya terus meningkat dari tahun ke tahun?
Pertanyaan terakhir, mengapa menggunakan nickname Johnpaul77?
Wah itu long story. Tapi yang pasti saya mengenal industri ini secara mendalam berkat Mr. John Paul.
Hmm… OK, kali ini benar-benar pertanyaan terakhir… Apakah Mr. John Paul adalah guru anda yang mengajarkan anda trading?
Bukan. Beliau tidak pernah mengajarkan saya trading, tapi Beliau yang mengajarkan saya mekanisme bisnis di industri ini dan Beliau yang membuka mata saya akan potensi dari industri trading ini.
Kalo trading sih saya belajar sendiri muter-muter ngalor ngidul ga karuan, hehehe
**konten ini kami publikasikan atas seijin Johnpaul77, dengan tetap menjaga kerahasiaan nama asli sesuai dengan permintaan Beliau**
Kesimpulan
Melalui wawancara dengan Johnpaul77, kita telah belajar bahwa selain harus siap modal, mental pun harus siap digenjot. Untuk mencapai kebebasan finansial yang kita impi – impikan bukanlah hal yang mudah dan butuh perjuangan keras, namun bukan pula hal yang mustahil untuk diraih.
Akhir kata,
Bagi kami, ini sebagai pembuktian bahwa Futures Galleria mampu menyediakan sebuah tempat “berteduh” yang aman dan nyaman bagi para trader forex, index ataupun emas sesuai dengan visi dan misi Futures Galleria selaku partner berinvestasi

Kamis, 13 Februari 2014

George Soros: Si Kontroversial

Mungkin Anda semua masih ingat peristiwa beberapa tahun lalu dimana Soros dikenal sebagai "Penghancur Bank Sentral Inggris (Bank of England) - The Man Who Broke the Bank of England" pada hari Rabu kelabu pada tahun 1992. Apakah Anda mengingat hal itu? Ya, Ia melakukannya dengan segelontor uang yang mencapai 10 milyar dollar AS. Dia dimasukan majalah Forbes sebagai orang terkaya ke-80 didunia.

Ketua FED (Federal Reserve Department) yang pertama, Paul Volcker, pada tahun 2003 menulis sebuah kata pengantar dalam buku karangan Soros yang berjudul The Alchemy (yang diartikan sebagai filosofi dan disiplin spiritual ) of Finance demikian :

" George Soros telah berhasil membuat dirinya sebagai spekulan sukses terbesar didunia, dimana dia juga berhasil mendapatkan banyak uang dari investasinya tersebut. Bagian terbesar dari kesuksesannya itu membuat masyarakat dunia menjadi sadar untuk 'membuka mata' terhadap dunia perdagangan dan juga yang lebih penting yaitu bersedia menerima ide-ide baru dari segala pemikiran dan kebiasaan dalam berinvestasi yang terus berkembang dengan pesat."

Pria berkebangsaan Yahudi Kelahiran Hungaria ini banyak mengalami pahit getirnya kekejaman Nazi, pendudukan Sovyet dan terlunta-luntanya hidup di London, yang membentuk kepribadiannya seperti sekarang ini. Tahun 1947 meninggalkan Hungaria menuju London. Disini dia mengenyam pendidikan di London School of Economics. Pada saat itulah dia berkenalan secara langsung dengan filsuf Karl Popper, yang menulis buku berjudul ”The Open Society and Its Enemies.” Pada usia mendekati 50 tahun, yaitu tahun 1978 kekayaan George Soros mencapai US $ 11 Milliar. Suatu jumlah yang lebih dari cukup untuk kehidupan keluarga Soros. Dari sini mulai berpikir, apa yang akan dilakukan. Akhirnya diputuskan membentuk Open Society Institute dengan tujuan memajukan masyarakat tertutup; menjadikan masyarakat terbuka lebih mampu bertahan hidup; mempromosikan mode berpikir kritis.
Dengan yayasannya itu Soros membantu negara-negara (bekas) satelit Uni Sovyet di Eropa Timur berdiri serta negara-negara lain di Asia dan Amerika Latin Beberapa berhasil tetapi ada juga yang gagal. Terakhir adalah ketika dia berkampanye untuk menentang pemilihan kembali Presiden George W. Bush tahun 2004. Seperti diakuinya, peranannya yang bagaikan seorang negarawan tanpa negara ini karena pada dirinya terdapat tiga hal. Pertama mempunyai kemampuan dalam hal mengembangkan kerangka konseptual, kedua peletak keyakinan-keyakinan etis dan politis yang teguh dan ketiga karena mempunyai banyak uang.
Selain sebagai pendiri lembaga Soros Fund Management dan Open Society Institute dan juga menjabat sebagai Direktur Utama dari lembaga Council on Foreign Relations, dia juga banyak memberi bantuan pada Partai Solidaritas Buruh di Polandia, Lembaga Kemanusiaan Charter 77 di Cekoslovakia (sekarang Rep. Ceko), dan kontribusi aktif pada suatu partai politik di Uni Soviet yang sangat berpengaruh. Dana dan organisasi dari lembaga Georgia's Rose Revolution(lembaga ini disebut-sebut sebagai lembaga terbesar dari lembaga yang pernah didirikan) yang didirikannya juga berjalan dengan baik. Di Amerika Serikat ia juga dikenal sebagai penyumbang dana terbesar sejak era Presiden George W. Bush gagal dan terpilih kembali menjadi Presiden AS.

Carlos Slim HelĂș

Carlos Slim HelĂș (pria kelahiran 28 Januari 1940) adalah seorang usahawan Meksiko kelahiran Arab Libanon. Dia merupakan orang terkaya didunia sejak bulan Agustus 2007 lalu versi majalah Fortune dan Wall Street Journal. Majalah Forbes tetap menempatkan nama Slim berada pada urutan kedua dibawah Bill Gates yang saat ini kekayaannya mencapai US$ 58 Milyar. Kekayaan Slim sendiri dilaporkan sebesar $59 Milyar termasuk holding company yang dimilikinya. Dia dikenal sebagai orang nomor satu yang mempengaruhi industri telekomunikasi di Meksiko dan juga hampir di seluruh Amerika Latin. Dia memegang kendali atas perusahaan TelĂ©fonos de MĂ©xico (Telmex), Telcel dan AmĂ©rica MĂłvil. Slim juga melibatkan ketiga anaknya yaitu Carlos Slim Domit, Marco Antonio Slim Domit dan Patrick Slim Domit sebagai pimpinan perusahaan.
Biografi singkat
Ayah Slim, Julian Slim pindah ke Meksiko dari Libanon saat berumur 14 tahun. Julian menikah dan dikaruniai enam orang anak dan Carlos merupakan anak bungsu mereka.
Nama Slim diambil dari nama tengah Julian Slim, yaitu Julian Slim Haddad. Nama Haddad sendiri diambil dari nama tengah ibu Julian Slim sesuai dengan kebiasaan penamaan di Spanyol.
Slim merupakan Universidad Nacional Autónoma de México pada jurusan teknik dan menikah dengan Soumaya Domit pada tahun 1967. Beliau dikaruniai 3 orang anak yang hingga kini bekerja pada perusahaannya serta bertanggung jawab langsung kepadanya setiap hari.

Penghargaan & Kepemimpinan
Carlos Slim merupakan wakil Presiden Komisaris dari Mexican Stock Exchange dan Presiden Komisaris pada perusahaan broker Mexican Association of Brokerage Houses. Dia juga merupakan Presiden pertama pada perusahaan New York Stock Exchange Administration Council yang bekerja pada tahun 1996-1998.
Dia termasuk jajaran pengurus utama dari Grup Altria (dulu bernama Philip Morris) -mengundurkan diri pada bulan April 1996- dan juga Alcatel. Tadinya dia juga merupakan termasuk jajaran pengurus dari SBC Communications hingga bulan Juli 2004 yang sebagian besar waktunya dihabiskan untuk program World Education & Development Fund, yang berfokus pada proyek infrastruktur, kesehatan dan pendidikan dunia. Dia juga memiliki saham mayoritas menurut Majority Shareholder of CompUSA. Pada tahun 1997, banyak perusahaan yang belum mengenal jaringan iMac, dan pada saat itulah Slim membeli 3% saham perusahaan komputer Apple, yang nilainya terus membumbung tinggi dalam beberapa tahun berikutnya.

Slim juga dikenal sebagai orang dibalik berkembangnya industri keuangan di Meksiko, yang dinamakan Grup Carso, disamping perusahaan lainnya yaitu jaringan usaha ritel CompUSA. Pada umurnya yang ke-28 ia dinobatkan sebagai Pengusaha Terbaik di Meksiko. Selain itu, dia juga mengepalai beberapa perusahaan terkemuka seperti Teléfonos de Mexico, América Móvil, dan Grup Financiero Inbursa.

Tahun 2000, dia mendirikan Fundación del Centro Histórico de la Ciudad de México A.C (Mexico City Historic Downtown Foundation) yang memiliki tujuan merevitalisasi dan menyelamatkan pusat kota Meksiko yang memiliki nilai sejarah tinggi sehingga sekaligus memungkinkan orang-orang memiliki kesempatan hidup yang lebih baik serta akses hiburan yang lebih memadai di area bersejarah ini.

Tambahan lainnya, Slim juga mendirikan proyek Latin America Development Fund. Proyek ini sendiri memiliki dana hingga mencapai 10 Milyar Dollar untuk tahun depan. Bill Clinton pernah mengatakan: "Carlos Slim merupakan filantropis (orang-orang yang gemar beramal) terpenting dunia yang tidak pernah dikenal orang kebanyakan.”

Kritik Slim
Slim mengkritik komentar beberapa kalangan yang mengatakan bahwa ia seorang yang melakukan praktek-praktek monopoli, setelah fakta bahwa ia memang menguasai 90% saham perusahaan telepon di Meksiko (10% lainnya dikuasai oleh TELNOR, yang hanya memberikan jasa layanan untuk daerah barat laut Meksiko). Sangat kontras memang dengan membandingkan kekayaan melimpah yang dimiliki Slim dengan kemiskinan yang hampir merata di Meksiko. Hal ini juga telah menjadi pergunjingan di kalangan masyarakat Meksiko. Dalam perhitungan kasar, kekayaan Slim mencapai 7% total GDP Meksiko, dan memberi suatu bukti bahwa ia pantas untuk dimasukan dalam jajaran milyuner di Amerika. Slim hanya kalah dari John D. Rockefeller yang kekayaannya mencapai 7% dari GDP Amerika. Selama hampir dua tahun terakhir Slim mengumpulkan laba usaha rata-rata US$ 27 juta per harinya

Buffett

Keping-keping uang Buffett diperoleh dari keuntungan sesudah membeli perusahaan-perusahaan terdaftar di pasar modal yang dapat diakses setiap investor. Karena itu pria kelahiran 30 Agustus 1930 di Omaha, Nebraska yang sudah secara total berkecimpung di bursa, boleh disebut sebagai salah seorang ikon pasar modal.
Warren Buffett dilahirkan di omaha pada tanggal 30 Agustus 1930 dijuluki sebagai "Si Bijak dari Omaha" atau "Sang penasihat dari Omaha", adalah seorang investor, pebisnis, dan juga seorang filantopis., Nebraska. Ayahnya bernama Howard Buffett, seorang broker saham dan juga anggota DPR AS. Ibunya bernama Leila Buffett. Sejak kecil Buffett sudah diajarkan tentang bisnis dan matematika, terutama matematika kompleks yang dia kuasai dengan cepat. Dia juga banyak membaca buku tentang bisnis dan pasar modal sejak dini.
Pada usia 11 tahun, dia sudah bekerja pada broker ayahnya, pada tahun yang sama juga dia membeli saham pertamanya yaitu saham Cities Services seharga $38,25 per lembar. Setelah itu, dia menjual kembali saham tersebut seharga $40. Beberapa tahun kemudian, harga saham yang telah dia jual mencapai $200 per lembar. Hal itu menyebabkan Buffet berpikir untuk tidak terburu-buru untuk melepas sahamnya. Pada umur 14 tahun, saat Buffet masih duduk di banku SMA, dia memulai bekerja dengan memasang mesin pinball di tempat potong rambut, dan dari keuntungan usaha sebesar $ 1200 dia membeli 40 ha tanah pertanian yang akhirnya dia sewakan pada petani lokal. Meski dia tergolong anak yang pandai disekolah, tapi Buffett malah berpikir bahwa sekolah bukan tempat untuk mengasah naluri bisnis dan wirausaha yang mengalir dalam darahnya.

Ia mulai lagi dengan menjadi loper koran, lalu bergabung dengan Wilson Coin Op, sebuah perusahaan pembuat mesin pinball. Dan yang pasti, Buffet mendapatkan pendapatan pasif dari uang sewa yang dibayarkan oleh petani yang menyewa tanahnya. Saat dia lulus dengan nilai terbaik dari 20 besar dikelasnya, Buffet mempunyai simpanan uang sebesar $5000. Kala itu usianya masih 16 tahun. Seringkali Buffet membantu ayahnya dengan bantuan finansial dan dia juga membiayai sekolahnya sendiri.

Pada tahun 1947, saat Buffet lulus SMA dari Washington, DC's Woodrow Wilson High School, Warren Buffet mulai masuk ke jenjang perguruan tinggi di University of Pennsylvania, kemudian dia pindah ke University of Nebraska. Semasa kuliah, dia pernah membaca buku Benjamin Graham's The Intelligent Investor yang membuka kesadaranya untuk segera memulai investasi.

Buffett mendapatkan gelar Master Ekonomi pada Columbia Business School. Disana Buffet sempat diajar oleh Benjamin Graham, Walter Schloss dan Irving Kahn yang merupakan investor berpengaruh pada masa itu. Filosofi bisnis Buffett sangat dipengaruhi oleh buah pemikiran dari Philip Fisher. Setelah mendapat nilai A+ pada mata kuliah Analisa Ekonomi dengan dosen Benjamin Graham, Buffet bertemu dengan Graham-Newman. Sebelumya Buffet bekerja pada broker ayahnya sebagai salesman sampai suatu ketika ia bertemu Graham yang belakangan memberinya posisi pekerjaan pada tahun 1954. Buffet kembali ke Omaha dua tahun kemudian, ketika itu Graham mengundurkan diri dari jabatannya.

Buffett mengumpulkan kekayaan yang berlimpah dari sebuah perusahaan investasi yang bernama Berkshire Hathaway, dimana dia juga sebagai pemegang saham terbesar merangkap sebagai CEO diperusahaan tersebut. Dengan jumlah kekayaan bersih (kira-kira) sebesar US$ 52 milyar, dia menduduki peringkat ketiga terkaya didunia berdasar survey pada April 2007 dibawah Bill Gates dan seorang pebisnis asal Meksiko yang bernama Carlos Slim HelĂș.

Sesuai dengan komitmen yang telah ia buat sebelumnya, pada bulan Juni 2006 Buffett menyumbangkan 83% hasil keuntungan usahanya pada Bill and Melinda Gates Foundation. Total donasi Buffett kala itu mencapai $30 milyar, sebuah pencapaian donasi terbesar dalam sejarah Amerika. Dana tersebut merupakan dua kali dana yang biasa dikumpulkan yayasan Bill and Melinda Gates Foundation.

Meskipun memiliki kekayaan dalam jumlah besar, Buffett lebih dikenal sebagai orang yang sederhana dan hemat. Pernah suatu kali dia mengeluarkan dana $ 9,7 juta dari usaha Berkshire sebagai klausul dengan perusahaan jet pada tahun 1989, dia membuat sebuah lelucon yang berjudul "Sebuah hal yang tidak dapat dipertahankan" karena kritik yang dilontarkan sebelumnya kepada CEO lain tidak dipertimbangkan karena nilai kontrak tersebut amat tinggi. Saat ini Buffett masih tinggal dalam kesederhanaan di kompleks Dundee, dekat Omaha, Nebraska. Rumah tersebut ia beli seharga $ 31.500. Dia juga pernah menjual sebuah rumah mewah miliknya di Laguna Beach, California senilai $ 700.000.

Pada tahun 2006 gaji tahunannya adalah sebesar $ 100.000, yang nilainya lebih kecil dibandingkan gaji eksekutif lain di perusahaan sejenis. Sekedar informasi, gaji CEO yang perusahaannya terdaftar dalam S&P500 rata-rata sebesar $9 juta setahun pada tahun 2003. Terlepas dari hal itu semua, nama Buffett terdaftar sebagai 100 Orang Berpengaruh di Dunia versi majalah Time.

Buffett mendirikan perusahaannya yang pertama pada tahun 1956 yang bernama Buffett Associates, Ltd. Modal usahanya kala itu adalah $100.000 dari Buffet dan $ 105.000 dari gabungan mitra usaha yang terdiri dari keluarga dan teman-teman Buffet.

Lalu, Buffett juga mendirikan beberapa kerjasama usaha yang kemudian digabung menjadi Buffett Partnership Limited. Kala itu ia menjalankan bisnisnya dari tempat tidur. Dia sibuk menyusun pendekatan investasi dan struktur pembagian hasil usahanya. Investasinya saat itu merugi 30% selama tahun 1956-1969.

Buffet mempunyai tiga pendekatan dalam hal SDM :
1. Umum : menilai saham berdasar karakteristik dan tingkat pengembalian dan resikonya.
2. Menengah : SDM diluar lingkup pekerjaan usaha, seperti bagian Merger, Akuisisi, likuidasi,dll.
3. Pengendalian : Seperti membangun unit usaha, dan juga dengan pemegang saham.

Pada bulan September 2005, Bill Gates dan Warren Buffet, dua orang terkaya AS dan terkaya di dunia, duduk bersama para mahasiswa Universitas Nebraska. Disana mereka diberondong pertanyaan dari para siswa dimana disini dua orang kaya ini menunjukkan sikap terbuka akan tanggung jawab mereka untuk menggunakan kekayaan demi tujuan memperbaiki dunia.

Daripada “pensiun” dan tidak melakukan apapun, dua orang yang luar biasa kaya ini secara aktif mengejar pekerjaan yang mereka rasakan penting. Ketika Warren Buffet, pria 77 tahun ditanyai apa yang akan dikerjakan 10 tahun mendatang dari sekarang, dia mengatakan : “Saya akan melakukan persis dengan apa yang saya lakukan sekarang karena saya sekarang melakukan persis apa yang saya sukai”.
Sedang Bill Gates khusus menghabiskan 2 minggu dalam setahun agar dirinya dapat focus membaca dan memikirkan berbagai “proposal ide dan gagasan” yang dikirim orang kepadanya. Dia amat berkepentingan mendapatkan “amanat” dari berbagai proposal itu dan tidak ingin kehilangan untuk melihat kesempatan baru.

Seorang muda menanyai Warren Buffet tentang apa pendapatnya tentang sukses. Warren menjawab bahwa dia berpikir sukses itu memiliki banyak orang yang mencintainya ketika ia menjadi semakin berumur. Warren ingin mengatakan bahwa dia telah melihat orang yang membuat banyak uang namun berakhir dengan tidak seorangpun yang mengasihinya.

Orang-orang ini kelihatnya berpikir secara berbeda dibandingkan kebanyakan orang Amerika.

Jika anda benar-benar menemukan pekerjaan yang anda sukai, pensiun menjadi kehilangan maknanya. Jika anda menemukan tujuan dalam pekerjaan anda, uang akhirnya hanya menjadi produk sampingan. (nat)

Dua Guru Buffett
Warren Buffett mengaku mengagumi pula, selain Benjamin Graham, Philip Fisher. Dua orang yang dianggap sebagai maha guru oleh Buffett memiliki karakter investasi yang berbeda. Graham lebih dikenal dengan strategi investasi nilai. Saat memilih saham, Graham selalu mendasarkan pada analisis fundamental keuangan perusahaan dan strategi diversifikasi. Artinya, Graham menekankan pada kriteria kuantitatif, selalu mencari saham yang harga pasar jauh di bawah harga wajar.

Sebaliknya, Philip Fisher lebih menekankan pada kriteria kualitatif. Menurut Fisher, sebelum membeli saham sebuah perusahaan, lihat dulu tim manajemen pengelolanya, bagaimana cara perusahaan tersebut dikelola. Buffett melihat, ada kesamaan dari kedua orang pakar tersebut. Keduanya sukses dan sama-sama berpikir jangka panjang untuk setiap investasi. Graham misalnya menganjurkan agar investor memilih saham yang layak dipegang, meski pun pasar saham mendadak tutup besok. Sedangkan Fisher memberi contoh lewat cara dia memegang saham Texas Instrument, yang dibeli sejak awal perusahaan tersebut melakukan private placement. Nah, Buffett sang brilian, mencoba menggabung strategi Graham dan Fisher. Sebelum menentukan pilihan, dia akan meriset perusahaan tersebut habis-habisan, mulai dari sisi bisnis, manajemen, finansial dan pasar. Dengan dasar riset tersebut Buffett mengerti benar tentang perusahaan-perusahaan yang hendak dibelinya. "Belilah perusahaan sederhana dan mudah dipahami. Kinerja masa lalunya konsisten dan memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan," pesannya kepada para investor.

Pakem investasi itu diterapkan oleh Buffett ketika membeli saham Coca-Cola, Gillete, dan Walt Disney. Coca-Cola perusahaan yang paling disukai oleh Buffett, karena memiliki merek dagang yang sangat kuat dan menguasai pangsa pasar dominan.

Ketiga korporasi andalan Buffett memang bernasib sial pada 1998. Tapi, itu bukan berarti habis. Waktu memilih Coca-Cola, Buffett bukan tidak melihat bahwa akan ada pesaing yang muncul kemudian. Justru ia berasumsi, dengan munculnya produk baru, maka para pemasar Coca-Cola akan semakin gencar memasarkan produknya. Minimal akan mempertahankan pangsa pasar. Selain itu, manajemen keuangan akan mampu mengoptimalkan laba.

Inti dari semua itu, Buffett lebih berpikir tentang investasi jangka panjang, pada saham-saham perusahaan yang produknya dikenal dengan baik. Alasan itu pula yang membuat ia tidak pernah mau membeli saham Microsoft. Padahal semua orang kini melihat ekspansi Microsoft di dunia ini. Ketergantungan pengguna komputer terhadap Microsoft begitu tinggi, barangkali mirip dengan apa yang dilakukan Coca-Cola. Tapi sekali lagi, meski pun Bill Gates pemilik Microsoft adalah sahabat dekat Buffett, tapi ia tak berminat membeli saham Microsoft. Buffett tak memahami produk tersebut.

Perlu dicatat juga, Buffett tidak pernah menerapkan prinsip beli saham, tapi membeli bisnis (buying a business not share). Misalnya, terhadap Coca-Cola yang jatuh pada 1998-1999, ia tetap bersandar pada tren jangka panjang. Menurut asumsinya, setelah penurunan itu Coca-Cola bukan hanya akan memperbaiki kinerjanya. Kondisi mutlaknya, manajemen harus memenuhi tiga syarat. Pertama, mereka harus rasional. Kedua terbuka kepada pemegang saham. Ketiga, menolak untuk meniru praktik dan kebijakan manajemen perusahan lain, tanpa memedulikan kesesuaian nalar. Sikap berpikir jangka panjang itu pula yang membuat ia kerap melawan apa yang terjadi di pasar. Menurutnya pasar muncul setiap hari dan menawarkan pada harga berapa Anda membeli dan menjual. Harganya berubah-ubah tak menentu.

"Pasar bertugas melayani Anda bukan membimbing Anda. Dompetnya dan bukan kearifannya yang Anda butuhkan," katanya suatu saat. Kejutan-kejutan bukan hanya ditunjukkan Buffett lewat model investasinya di pasar modal. Itu juga terjadi dalam kehidupan pribadinya. Beberapa pekan lalu, kita dibuat tercengang dengan keputusannya untuk menyumbangkan 85 persen kekayaan, sekitar 34 miliar dolar AS kepada yayasan milik Bill Gates sahabatnya. Keputusan itu didasarkan atas pesan Susan sebelum wafat dua tahun lalu. "Berikan sebagian kekayaan kita kepada publik."

Cara Buffett Memilih Saham
Kemampuan Warren Buffett memilih saham yang bernilai di bawah harga pasar, merupakan bukti hidup yang mengagumkan. Beberapa ahli mengatakan, kemampuan itu sekaligus menjadi bukti kegagalan teori akademis yang meyebutkan bahwa pasar bersifat efisien. Artinya harga saham berkait erat dengan informasi yang beredar di publik tentang perusahaan terkait.

Menurut Buffett, pasar kerap salah menentukan harga. Pasalnya harga pasar kerap ditentukan oleh emosi para investor. Padahal emosi para investor bersifat jangka pendek, sementara dalam jangka panjang pasar justru akan mengikuti fundamental perusahaan.

Lantaran itu seperti ditulis Robert G Hagstroom Jr dalam The Warren Buffett Portfolio (1999), Buffett lebih memilih fokus kepada beberapa saham ketimbang harus menyebar investasi ke banyak saham perusahaan. “Pilih beberapa saham yang kemungkinan besar akan menghasilkan tingkat pengembalian di atas rata-rata dalam jangka panjang. Pusatkan investasi Anda pada saham-saham tersebut. Kuatkan mental Anda dari godaan fluktuasi harga pasar. Begitu penjelasan Buffet dalam buku tersebut. Persoalannya bagaimana investor harus menentukan saham pilihannya. Yang dilakukan Buffett sebelum menentukan pilihan berpatokan pada empat prinsip: bisnis, finansial dan pasar.
  • Buffett selalu membeli perusahaan yang bisnisnya sederhana dapat dipahami. Perusahaan memiliki kinerja masa lalu yang konsisten dan juga memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan. Dasar inilah yang membuat Buffett tidak mau masuk ke Microsoft. "Jika Anda tak memahami bisnis suatu perusahaan, Anda tak dapat membuat penilaian rasional terhadap nilai investasinya." Selain itu, manajemen perusahaan harus memiliki tiga persyaratan, yaitu harus rasional, terbuka kepada pemegang saham, tidak meniru manajemen perusahaan lain dan harus mengalokasikan uang perusahaan ke investasi yang memiliki nilai tambah bagi pemegang saham.
  • Buffett akan membeli perusahaan yang tingkat pengembalian ekuitas (ROE) bagus, bukannya pendapatan per saham. Selisih laba mesti tinggi dan setiap dolar yang ditahan oleh perusahaan, perusahaan dapat menciptakan minimal sedolar nilai pasar perusahaan.
  • Buffett hanya membeli saham jika harganya menarik. Maksudnya, adalah saat harga saham jatuh ke bawah harga wajar hasil analisis, dengan dasar perusahaan itu beroperasi terus dan sehat. Selisih harga pasar dan harga wajar ini berfungsi sebagai marjin aman ( margin of safety), yang dapat mengurangi kerugian karena salah hitung. Marjin ini juga jadi salah satu sumber keuntungan jika saham kembali ke harga normal.

Robert Kiyosaki

Robert Kiyosaki dilahirkan di Hilo, Hawaii yang merupakan generasi keempat dari perkawinan Jepang-Amerika. Robert adalah anak terakhir dari seorang pengajar yang bernama Ralph H. Kiyosaki (1919-1991). Kiyosaki lulusan dari Hilo High School. Ia lalu mengikuti sekolah militer U.S. Merchant Marine Academy di New York, lulus pada tahun 1969 dan bekerja sebagai staf dek pada Korps Marinir merangkap sebagai regu tembak dalam helikopter saat perang Vietnam, dimana ia mendapatkan penghargaan dalam Perang Udara. Kiyosaki keluar dari Korps Marinir pada tahun 1974 dan mendapatkan pekerjaan sebagai sales mesin fotocopy pada Xerox Corporation. Pada tahun 1977, Kiyosaki menjalankan bisnis penjualan dompet Velcro dan nilon, yang membuatnya mendapatkan kesuksesan. Pada tahun 1980 Kiyosaki memulai bisnis penjualan T-shirt untuk grup band Heavy Metal. Pada akhirnya bisnisnya itu mengalami kegagalan dan membuatnya bangkrut dan juga kehilangan rumah.
Kiyosaki kemudian mengikuti seminar pengembangan kepribadian yang dibawakan oleh Marshall Thurber yang berjudul "Money & You". Seminar tersebut berlangsung selama 3,5 hari yang diadakan di AS dan Kanada. Dasar dari seminar diadakan adalah dengan mengajarkan prinsip Buckminster Fuller dan mempromosikan konsep menang/menang dan juga berbicara tentang tanggung jawab pribadi dalam pekerjaan. Ketika Thurber keluar dari bisnis seminar ini pada tahun 1985, Kiyosaki mengambil alih bisnis ini dan bekerja sama dengan rekan Thurber yang bernama D.C. Cordova. Mereka mengambil alih bisnis kursus ini untuk mengajar para pelajar di Australia dan New Zealand. Pada tahun 1994, saat dia berumur 47 tahun, dia menutup bisnis kursus tersebut karena dinilai merugikan masyarakat Australia dan kemudian sekitar tahun 1996-1997 ia mendirikan perusahaan Cashflow Technologies, Inc yang meluncurkan konsep Rich Dad (dan Cashflow). Saat peluncuran merk itu muncul banyak keraguan tentang integritas dalam sejarah hidupnya.


Apa yang Diajarkan Kiyosaki
Secara umum yang diajarkan oleh Kiyosaki adalah anjuran untuk mendapatkan passive income yang dapat diartikan sebagai kesempatan berinvetasi, seperti bisnis kecil dan juga real estate, dengan tujuan utamanya adalah mampu untuk menjadi seorang investor. Terkait dengan hal ini, Kiyosaki mendefisikan " asset" sebagai uang atau benda-benda bernilai liquiditas tinggi secara umum seperti uang sewa properti, dan Passiva diartikan sebagai pengeluaran uang, seperti pembayaran sewa rumah, mobil,dsb. Kiyosaki juga menyatakan bahwa pengaturan keuangan dengan benar adalah hal yang sangat penting untuk menjadikan seseorang menjadi kaya.
Kiyosaki menitikberatkan pada apa yang dia sebut sebagai "melek keuangan" sebagai syarat utama menjadi kaya. Ia mengatakan bahwa gaya hidup yang menjadikan seseorang menjadi kaya tidak diajarkan disekolah. Ia mengatakan bahwa sekolah formal hanya mencetak lulusannya menjadi seorang karyawan atau wiraswasta individu dan inilah yang dia sebut sebagai "Paham Era Indutrialis". Dan sejalan dengan pernyataan Kiyosaki, cara untuk mendapatkan kebebasan dalam hal keuangan adalah dengan cara menjadi pemilik bisnis atau menjadi seorang investor, yang secara umum disebut sebagai Pasive Income atau Pendapatan Pasif.

Selanjutnya Kiyosaki memperkenalkan konsep "Cashflow Quadrant" sebuah konsep yang menjelaskan tentang tempat semua uang didunia didapatkan. Didalam sebuah diagram, terdapat empat kelompok manusia, yang dipisahkan oleh dua garis(satu vertikal dan satu lagi horizontal). Disetiap kelompok tersebut terdapat aktifitas seorang individu mendapatkan uang.
Kuadran E : Employee : Karyawan atau juga disebut bekerja pada seorang pemilik usaha.
Kuadran S : Self-employed atau Small business owner atau yang disebut juga sebagai wiraswasta atau pemilik usaha kecil - dimana seorang individu menjadi pemilik sekaligus menjadi pimpinan/bos.

Kuadran B : Business owner atau pemilik bisnis - dimana seorang individu mempunyai sebuah "sistem" atau cara untuk mendapatkan uang, lebih besar daripada bekerja untuk mendapatkan uang.

Kuadran I : Investor - dengan mengeluarkan uang untuk mendapatkan bayaran atau keuntungan yang berlipat kali ganda dari investasi yang dilakukannya.

Jika seorang individu berada pada kuadran E dan S, Kiyosaki mengatakan bahwa orang tersebut tidak akan pernah menjadi kaya. Sebaliknya, jika seseorang berada pada kuadran B dan I maka orang tersebut sudah berada pada jalan menuju kaya.


Buku yang diterbitkan
Buku terkenal yang diterbitkan oleh Kiyosaki adalah Rich Dad, Poor Dad sebuah buku yang laris dijual menurut New York Times. Selanjutnya buku yang ditulisnya adalah Rich Dad's CASHFLOW Quadrant dan Rich Dad's Guide to Investing. Sekarang Kiyosaki merupakan pengarang buku terlaris. Buku-buku lain yang ditulisnya adalah : Rich Kid, Smart Kid (2001), Rich Dad's Prophecy (2002), Why We Want You To Be Rich coauthored by Donald Trump (2007), dll.

Konsep permainan monopoli
Kiyosaki mengatakan bahwa nilai yang terkandung dalam permainan monopoli, adalah dasar dari pembelajaran strategi keuangan seperti misalnya "menjual empat rumah hijau untuk sebuah hotel yang berwarna merah". Didalam buku yang diterbitkan olehnya, Kiyosaki menciptakan permainan serupa. Buku-buku tersebut antara lain : Cashflow 101, Cashflow 202,Cashflow for Kids, Cashflow The E-Game, Cashflow 202 The E-Game, dan Cashflow 202 The E-Game.

Audio/Visual
Kiyosaki telah mengadakan rekaman yang dibuat dalam format radio dan DVD. Hampir semua buku Robert Kiyosaki telah dibuat versi audio. Diantaranya adalah Rich Dad's Secrets To Money, You Can Choose To Be Rich: "Think It" "Learn It" "Do It",Rich Dad's Roads To Riches: 6 Steps to Becoming a Successful Real Estate Investor, dll.

Pertunjukan TV
CNBC series & The Millionaire Inside adalah beberapa siaran TV yang mengundang Kiyosaki untuk mengisi acara mereka. Dalam setiap episode, dalam membahas isu keuangan selalu ada pertanyaan dari penonton yang dijawab dan diberi komentar oleh ahli keuangan yang juga diundang. Secara khusus, Kiyosaki juga mengisi beberapa episode dalam The Millionaire Inside dengan judul Debt-Free and The Millionaire Inside: Get Inspired. Beberapa ahli keuangan lain seperti David Bach, Jennifer Openshaw, Larry Winget, Keith Ferrazi, dan Dr. Laura Morgan Roberts juga pernah diundang dalam acara tersebut. Rekaman acara tersebut juga dijual oleh CNBC.
Beberapa stasiun TV dan Radio seperti Public Broadcasting System (PBS), WTTW of Chicago, KAET of Phoenix, KOCE of Orange County, California, WLIW untuk wilayah New York/New Jersey, dan WGBH of Boston juga mengundang Kiyosaki secara langsung. Acara Rich Dad's Guide to Wealth with Robert Kiyosaki juga menghiasi layar pertelevisian Amerika yang disebutnya sebagai "Pendidikan Keuangan", yang tidak diajarkan di bangku sekolah.


Kritik dan Kontroversi

Meskipun ada begitu banyak orang merasa buku Rich Dad Poor Dad membuka wawasan mereka mengenai uang, tak sedikit yang melontarkan kritik dan kontroversi atas hasil karyanya. Sebuah penelusuran oleh pemerintah AS sendiri mengungkapkan bahwa sebenarnya Kiyosaki tidaklah seberhasil sekarang ini sebelum dia menjual buku-bukunya. Dengan kata lain, Kiyosaki menjadi kaya justru karena menjual buku Rich Dad Poor Dad dan bukan karena melakukan apa yang ditulisnya. Setidaknya Rich Dad Poor Dad dan berbagai produk turunannya telah menambah pundi-pundi Robert puluhan juta Dollar.

John T Reed, seorang investor Real Estat sungguhan (Real Estat merupakan salah satu fokus investasi dalam buku Rich Dad Poor Dad) menuliskan kritik lengkap mengenai apa yang ditulis Kiyosaki. Beberapa penulis lainnya menambahkan bahwa apa yang ditulisnya hanya berupa kata-kata motivasional dan miskin penerapan praktis. Menjawab hal ini, Kiyosaki menampik dan mengatakan bahwa sebuah buku haruslah menyenangkan untuk dibaca dan bersifat inspiratif.

Salah satu kritik tajam lainnya adalah mengenai tokoh Ayah Kaya yang banyak kali diceritakan dalam bukunya. Penelusuran kebanyakan pengamat menemukan bahwa tokoh Ayah Kaya yang dikisahkan Robert Kiyosaki tidaklah ada alias fiksi semata-mata. Menanggapi hal ini Kiyosaki mengatakan bahwa tokoh itu benar-benar ada dan meninggal lama sebelum buku Rich Dad Poor Dad diterbitkan tanpa menjelaskan lebih lanjut nama dan identitasnya. Hingga sekarang Ayah Kaya masih merupakan misteri apakah ada atau tidak. Mereka yang skeptis akhirnya mengatakan seharusnya buku Rich Dad Poor Dad beserta buku-buku turunannya dimasukkan dalam kategori buku fiksi sejajar dengan novel Harry Potter karangan J.K. Rowling.

Pada 19 Mei 2006, stasiun televisi ABC mengadakan sebuah segemen yang disebut 20/20 segment. Dalam segmen ini ABC memberikan masing-masing 1000 USD kepada 3 orang entrepreneur yang dilatih Kiyosaki dan meminta mereka menghasilkan uang sebanyak-banyaknya selama 20 hari. Setelah 20 hari berlalu para kontestan mengakui bahwa Robert Kiyosaki tidak memberikan contoh konkrit bagaimana menghasilkan uang.

"Apa yang dilakukannya (Kiyosaki), saya rasa, hanyalah membuka pikiran Anda mengenai kesempatan. Dia tidak mengatakan kepada Anda bagaimana untuk melakukannya." Demikian kutipan dari kontestan.

Kiyosaki meresponnya dengan mengatakan bahwa setiap orang harus belajar dari setiap kegagalan yang mereka alami. 20/20 menanggapi respon tersebut dengan mengatakan "Apakah seseorang membutuhkan 18 buku hanya untuk belajar gagal?" Sebuah balasan yang satir.

Terlepas dari benar-salah, baik-buruknya yang ditanamkan Kiyosaki pada dunia, orang ini telah membawa setidaknya dua perubahan sederhana namun berguna: 1. Menggugah orang untuk berpikir lebih mengenai uang. 2. Membuka sebuah bisnis lama tapi baru: seminar dan pelatihan uang dan investasi. Lagipula tidak ada salahnya membaca buku yang diterbitkannya. Bahkan sekalipun tidak berguna, adalah lebih baik membaca dari pada tidak membaca sama sekali. Setidaknya Anda akan memperoleh wawasan baru, entah itu fiksi atau realitas.

Bill Gates

ImageSelama berkarir di Microsoft, dia menjabat sebagai CEO merangkap sebagai pimpinan tim arsitek software. Dia juga pemilik saham individual terbesar yaitu sebesar 8% kepemilikan. Survey World's Billionaires menempatkan Gates sebagai orang terkaya nomor satu didunia pada tahun 1995-2006, dengan total kekayaan hampir 56 milyar dollar AS. Ketika kekayaan keluarganya digabungkan, keluarga Gates menempati posisi kedua terkaya dibawah keluarga Walton, pewaris pendiri Walmart, Sam Walton. Pada bulan Juli 2007, majalah Fortune melaporkan kekayaan seseorang yang melebihi Bill Gates asal Meksiko yang bernama Carlos Slim.
Majalah Forbes tetap menempatkan Slim di nomor dua dibawah Gates sebagai orang terkaya didunia. Forbes sepertinya tidak mau menghitung ulang kekayaan Slim hingga tahun depan.
Gates juga dikenal sebagai pengusaha terbaik dibidang revolusi komputer rumahan atau yang lebih dikenal sebagai PC. Dunia melihat taktik bisnisnya yang anti kompetitif yang dapat dilihat diberbagai bidang perusahaannya. Dalam mengumpulkan kekayaannya, Gates merupakan penyumbang untuk kemanusiaan terbesar, mondonasikan dananya yang sangat besar untuk organisasi amal dan program riset ilmiah yang berdiri pada tahun 2000 yang bernama Bill & Melinda Gates Foundation.


Kehidupan Masa Awal

William Henry Gates III dilahirkan pada tanggal 28 Oktober 1955 di Seattle, Washington yang merupakan anak dari pasangan William H. Gates, Jr. (now Sr.) and Mary Maxwell Gates. Cukup beruntung memang, dia berasal dari keluarga kaya, ayahnya merupakan pengacara terkemuka dan ibunya adalah seorang dewan direktur First Interstate Bank and the United Way. Ayah ibunya, J. W. Maxwell adalah seorang Presiden Bank lokal. Gates mempunyai seorang kakak perempuan yang bernama Kristi (Kristianne) dan juga seorang adik perempuan yang bernama Libby. Dia merupakan pemakai nama Gates keempat dalam urutan keluarga, tapi lebih dikenal sebagai William Gates III atau "Trey" karena ayahnya tidak mendapat gelar "III" karena suatu hal. Beberapa penulis yakin bahwa Maxwel telah menyiapkan dana jutaan dollar untuk Gates. Seorang penulis biografi yang mewawancarai Gates dan orangtuanya menemukan bahwa tidak adanya fakta-fakta yang mendukung dugaan tentang "fiksi" seputar kekayaan Gates. Gates menemukan cerita palsu itu pada tahun 1994.

Gates cukup berprestasi disekolahnya terutama mata pelajaran IPA dan Matematika. Pada usia 13 tahun dia masuk Lakeside School, sebuah SMP eksklusif di kota Seatle. Ketika dia kelas delapan, seorang guru disekolahnya membawa teletip bekas merk ASR-33 dan sebuah blok komputer General Electric. Gates sangat tertarik dengan bahasa Basic dari General Electric. Dia menyukai program komputer itu daripada pelajaran matematika yang selama ini dia tekuni. Setelah organisasi penggalangan dana Mothers Club merasa lelah dengan sistem komputer mereka, maka Gates dan murid-murid lain mencari sistem yang lebih baik, seperti mini komputer DEC PDP. Satu dari sistem itu bernama PDP-10 yang dikembangkan bersama Computer Center Corporation, sebuah proyek yang dikerjakan bersama murid sekolah Lakeside.

Sekumpulan anak nakal dari sekolah Lakeside (Gates, Paul Allen, Ric Weiland, dan Kent Evans) ditawarkan untuk mengembangkan software CCC. Daripada menggunakan sistem via teletype, Gates pergi kekantor CCC dan belajar tentang sumber kode dari berbagai macam program yang dijalankan oleh sistem, tidak hanya BASIC, tapi juga Fortran, LISP dan bahasa program lain yang terbaik pada waktu itu. Rencana dengan CCC berlanjut hingga tahun 1970, ketika ia keluar dari bisnis itu. Beberapa tahun berikutnya, Information Sciences Inc merekrut murid-murid Lakeside untuk membuat program penggajian (Payroll) dengan bahasa COBOL, dan untuk itu mereka diberikan komputer dan juga sejumlah uang. Saat umur 14 tahun, Gates bergabung dengan Allen, mendirikan Traf-O-Data, sebuah layanan sistem antrian yang menggunakan Prosesor Intel 8008. Pada tahun pertama ia memulai usaha ia sudah mendapatkan $20.000, dan meski demikian, pada tahun-tahun berikutnya usahanya berjalan lambat.

Selagi masih muda, Bill Gates pernah mengikuti ujian pemrograman Boy Scouts of America dan ia mendapat ranking ke-2 terbaik pada waktu itu. Score tertinggi kala itu didapatkan oleh Life Scout. Beberapa waktu kemudian Gates mengikuti ujian SAT dan mendapat score 1590. Selanjutnya dia kuliah di Harvard dan mendapat gelar sarjana muda pada waktu itu. Saat lulus dia sama sekali tidak mengerti tentang Studi Perencanaan. Ketika di Harvard, dia bertemu dengan rekan bisnisnya dulu yang bernama Steve Ballmer, yang nantinya dia akan menjadi CEO di Microsoft. Pada waktu yang sama Gates membuat dan mempublikasikan program algoritma atas referensi Christos Papadimitriou.

Gates menikah dengan Melinda French dari Dallas, Texas pada tanggal 1 January 1994. Mereka dikarunia tiga orang anak : Jennifer Katharine Gates (lahir pada tahun 1996), Rory John Gates (1999) dan Phoebe Adele Gates (2002). Rumah Gates termasuk salah satu rumah termahal didunia dan termodern pada abad ke-21, yang terletak di daerah perbukitan di Lake Washington di Medina, Washington. Berdasar survei dari King County, total nilai tanah dan bangunan rumah Bill Gates adalah US $125 juta dan pajak yang dibayar Gates atas rumahnya itu adalah hampir $ 1 juta. Saat membeli perusahaan Codex Leicester, Gates membeli lukisan Leonardo da Vinci yang dibeli seharga $30,8 juta pada sebuah pelelangan.

Saat Email Gates dipublikasikan, dia mendapatkan 4 juta email pada tahun 2004, yang kebanyakan adalah Spam. Dia pernah berkomentar tentang Email sampah : "menawarkan diri saya keluar dari hutang atau cara cepat untuk jadi kaya", yang "sangat mengganggu aktifitas saya".


Kekayaan dan Investasi

Pada tahun 1999, kekayaan Gates mencapai lebih dari 100 milyar dollar dan setelah mengetahui hal itu media menyebutnya sebagai seorang "centibillionaire". Pada tahun 2000 nilai saham Microsoft turun akibat efek dot-com yang melanda AS. Meski demikian Gates tetap menyumbang dana milyaran dollar ke organisasi amal. Pada tahun 2006, dalam sebuah interview Gates mengatakan bahwa ia sebenarnya tidak mau menjadi orang yang terkaya didunia, sebuah pertanda ada ketidaksukaannya terhadap julukan itu. Tanggal 3 Juli 2007, seorang reporter keuangan Meksiko, Eduardo Garcia menyebut bahwa orang terkaya didunia saat ini bukanlah Gates melainkan tokoh terkemuka bisnis telekomunikasi yang bernama Carlos Slim HelĂș.

Gates juga memiliki sejumlah investasi diluar Microsoft, yang pada tahun 2006 memberinya tambahan penghasilan sebesar US $966.667. Ia membeli perusaahan Corbis, sebuah perusahaan cuci cetak digital foto pada tahun 1989. Pada tahun 2004, dia menjadi direktur dari perusahaan Berkshire Hathaway, sebuah perusahaan investasi yang dimiliki oleh teman lamanya Warren Buffett. Buffet adalah seorang klien dari Cascade Investment Group, sebuah perusahaan penghimpun dana masyarakat yang cukup besar.

Pada tahun 2000, Gates dan istrinya mendirikan organisasi amal Bill & Melinda Gates Foundation. Kemurahan hati dan kedermawanan David Rockefeller memberinya inspirasi untuk mengasihi sesama. Bill Gates dan ayahnya bertemu David Rockefeller beberapa kali. Mereka banyak berbicara tentang masalah global didunia terutama tentang kemiskinan, penyakit, efek perang dsb.

Badan amal yang didirikannya memberikan sejumlah dana beasiswa bagi kelompok masyarakat miskin, penanggulangan AIDS, dll. Pada tahun 2000, Gates menyumbang $210 juta bagi program beasiswa Gates Cambridge Scholarships di University of Cambridge. Badan amal itu juga memberikan dana $ 7 milyar untuk berbagai masalah kemanusiaan , termasuk didalamnya $ 1 milyar untuk badan United Negro College Fund. Dalam sebuah artikel di majalah Forbes pada tahun 2004, Gates menyumbang 29 milyar dollar AS untuk dana kemanusiaan pada tahun 2000. Kebiasaan memberi amal ini membuat hidup Gates menjadi semakin kaya.

Pada tahun 2006 dia mulai membatasi kepemimpinannya di Microsoft dan hanya menjadi seorang Manager Operasional. Pada bulan Juli 2008 nanti gates akan fokus pada badan amalnya, tetapi tetap menjadi pemilik Microsoft. Keputusan itu diambilnya karena pengaruh Buffet juga. Baru-baru ini, Buffet banyak menyumbang pada badan amal Gates Foundation sejumlah lebih dari $1,5 milyar dollar AS per tahun dalam bentuk saham.


Penghargaan & Julukan di masyarakat

Majalah Time mencantumkan nama Gates sebagai salah satu dari 100 orang berpengaruh di abad 20 pada tahun 2004-2007. Dalam majalah New Statesman dia diberi nilai 8 tentang sosok "Pahlawan saat ini". Pada majalah Sunday Times tahun 1999, nama Gates termasuk dalam CEO tahun ini, ranking pertama dalam "Top 50 Cyber Elite" pada tahun 1998, ranking kedua dalam Upside Elite 100 pada tahun 1993 dan juga The Guardian memasukan namanya dalam "Top 100 influential people in media" pada tahun 2001

Rabu, 12 Februari 2014

Pendiri Sharp

Tokuji Hayakawa dilahirkan pada tahun 1893 di Tokyo, Jepang. Tokuji Hayakawa merupakan pendiri dari perusahaan elektronik asal jepang bernama SHARP. Tokuji Hayakawa terlahir dalam keadaan yang amat sulit dalam kondisi kemiskinan yang dimiliki oleh keluarganya, Tokuji Hayakawa kemudian diadopsi oleh keluarga Sato. Ia mendengar kenyataan bahwa Ia diadopsi tidak sampai dewasa.
Dia kemudian meninggalkan sekolah dasar setelah kelas dua dikarenakan kondisi keluarganya yang amat miskin, dan ia kemudian magang ke pembuat ornamen logam. Dia bekerja dengan rajin dan baik dengan tujuan untuk meningkatkan keahliannya dalam bidang logam dan pemahaman tentang perdagangan dan penjualan, karena keuletan dan kerja kerasnya, ia mendapatkan kepercayaan dari bosnya.
Meskipun ikat pinggang telah digunakan sejak zaman kuno untuk aksesoris seperti baju besi dan sepatu, yang kemudian mulai digunakan pada ikat pinggang untuk celana anak laki-laki pada abad ke-15 dan kemudian untuk digunakan dalam pakaian perempuan di abad ke-19. Ketika Hayakawa meluncurkan ikat pinggang ciptaanya pada tahun 1912, permintaan di Jepang untuk ikat pinggang meningkat dengan penyebaran gaya model Barat. Namun, Hayakawa dan pengrajin lainnya belum sempat mengenakan pakaian gaya Barat dan ikat pinggang.
Hayakawa secara kebetulan melihat seorang aktor film yang kurang senang dengan model ikat pinggang yang ia gunakan. Hal ini kemudian menjadi inspirasi dia untuk menghabiskan waktunya menciptakan ikat pinggang atau sabuk baru yang panjang yang bisa diikat. ia kemudian mengembangkan ikat pinggang atau ikat pinggang unik ciptaannya itu.
Bosnya kemudian mengagumi ciptaaanya dan merekomendasikan Tokuji untuk mengajukan permohonan hak paten. Dia mengusulkan nama "Tokubijo" mengadopsi salah satu karakter Tokuji untuk nama hak patennya. Karena tekanan untuk memberikan produk yang tepat waktu, Tokuji memutuskan untuk membangun pabrik untuk memproduksi produk ciptaannya. Dia kemudian meminjam emminjam sebagian lahan ibukota untuk membangun pabriknya dan kemudian ia mendirikan tokonya pada bulan September di tahun 1912. Dia memperkenalkan cara untuk mengembangkan industri, ia kemudian banyak merekrut pekerja untuk dipekerjakan di pabriknya untuk meningkankan produksi dan pesanan para konsumennya. Dia kemudian mampu keluar dan membayar semua utang-utangnya. Dia terus meningkatkan proses manufaktur untuk produknya dan memperluas bisnisnya ke tahap yang lebih besar.
Pada tahun 1913, Hayakawa memperoleh paten dari sebuah keran air yang inovatif, dan pada tahun 1915, ia juga mengembangkan prototipe dari pensil mekanis yang masih dijual hingga saat ini. Setelah itu ia menunjukkan kecerdasan manajerialnnya dengan cara memperluas perusahaan ke dalam bisnis manufaktur elektronik yang kemudian menjadi salah satu brand produk terkenal di dunia yang diberi nama "SHARP", Nama "Sharp" diambil dari nama penemuan pertama pendiri perusahaan tersebut yaitu pensil mekanis temuan Tokuji Hayakawa "Ever-Sharp" yang diciptakan di tahun 1915. dengan produk unggulan radio tape-recorder dan televisi pada awal berdirinya.
Tokuji Hayakawa mengatakan bahwa Ada banyak kerja keras yang terlibat dalam proses pengembangan produk ke pasar. Jika produk sukses, perusahaan lain akan keluar dengan produk sejenis. Mereka mengatakan Jepang pandai meniru, meskipun beberapa orang mengkritik ini dari sudut pandang etika bisnis. Namun, apa yang ia katakan kepada divisi perusahaanya adalah "membuat produk yang orang lain ingin meniru." Produk yang bisa ditiru adalah produk yang baik yang diinginkan konsumen, produk yang menjual. Oleh karena itu, jika selalu mencoba untuk keluar dengan produk yang unggul maka pesaing akan meniru, dan perusahaan akan terus tumbuh. Imitasi menimbulkan persaingan, meningkatkan tingkat teknologi, dan mengarah kepada kemajuan dalam masyarakat.
Namun, perusahaan yang berasal produk selalu dikejar, sehingga harus memikirkan produk berikutnya dan melanjutkan penelitian. Dan perusahaan tidak bisa berpuas diri dan puas dengan hanya satu produk yang baik. Hal ini tidak bisa berpuas diri hanya karena itu adalah penemu atau penggagas produk. Perusahaan harus melakukan penelitian untuk menjadikan produk yang lebih baik, karena orang yang memperoleh hasil maksimal dari produk yang mereka kembangkan.
Tokuji Hayakawa juga aktif dalam program-program kesejahteraan sosial. Dia meninggal pada tahun 1981 pada usia 86. Sejak itu Sharp Corporation terus berkembang menjadi salah satu perusahaan elektronik terdepan di dunia. Sharp memproduksi beragam produk elektronik konsumen. Termasuk televisi LCD dengan nama merek Aquos, telepon selular, oven microwave, Home Cinema dan sistem audio, Penjernih Udara, penyejuk udara, mesin facsimile dan kalkulator. (kisahsukses/biografi/bn)

Pendiri Hyundai

Chung Ju-Yung (1915 - 2001) adalah pendiri Hyundai, perusahaan mobil terbesar di Korea, pionir 
perubahan, dan perintis globalisasi di negaranya. Anak petani ini pernah menjadi buruh tani, kuli bangunan, dan kuli pelabuhan. Siapa nyana ia bisa menjadi raja industri kaliber dunia. Chung Ju-Yung lahir November 1915 di Asan-Ri, Songjon-myun, Perfektur Tongchon, Kangwondo, di daerah pegunungan yang terletak di bagian utara Korea. Masa itu Korea dikuasai Jepang.
 
Orangtuanya adalah petani yang hidup pas-pasan, walaupun mereka keturunan Chung Mong-Ju, penyebar ajaran Konfusius yang terkemuka menjelang akhir era kerajaan di Korea. Chung Mong-Ju juga seorang penyair besar Ju-Yung pernah belajar 3 tahun di sekolah kampung tempat kakeknya menjadi kepala sekolah. Di sini ia harus menghafal ajaran-ajaran Konfusius yang ternyata sangat mempengaruhi hidupnya kemudian dan menjadi falsafah perusahaannya.
 
Untuk menghidupi keluarga, ayah dan ibu Ju-Yung bekerja dengan tekun sejak pagi buta hingga larut malam. Ju-Yung, seperti ayahnya adalah putra sulung. Ia diharapkan bertanggung jawab mengasuh ketujuh adiknya kelak, sama seperti dulu dilakukan ayahnya terhadap saudara-saudaranya sendiri. Jadi, sejak usia 10 tahun, pukul 04.00 subuh Ju-Yung sudah dibangunkan ayahnya. Dalam udara dingin, mereka berjalan 8 km untuk mencapai ladang dan bekerja di sana. Ayahnya bertekad menggemblengnya agar menjadi petani yang tangguh.
 
Selain membantu ayahnya, Ju-Yung mesti bersekolah. Sepulang dari sekolah, pelbagai pekerjaan sudah menunggunya di rumah. Meskipun demikian, berhasil juga ia menyelesaikan pendidikan SD pada tahun 1931, walaupun menurut Ju-Yung ia hampir tidak belajar apa-apa di bangku sekolah.
 
Saat bekerja di ladang, Ju-Yung sering bertanyatanya di dalam hati, "Apakah ia mau bertahan setiap hari membanting tulang dengan hasil yang tidak memadai? Apakah sebaiknya ia bekerja menjadi kuli bangunan saja yang hasilnya lebih besar?"
 
Cobaan silih berganti
Sebagai orang yang sifatnya hangat dan pekerja keras, Chung Ju-Yung berhasil memikat hati pelanggannya. Semua anak bosnya pemalas, sehingga Ju-Yung meraih kepercayaan bosnya untuk mengelola toko. Dengan hasil jerih payahnya, ia membeli tanah untuk keluarganya di Tongchon, Tak lama kemudian, ia kembali ke kampung dan dijodohkan dengan Byun Joong-Seok, perempuan muda sekampungnya. Walaupun mereka belum pernah bertatap muka sebelum pernikahan, sejak semula pernikahan mereka bahagia. Istrinya adalah jenis istri ideal menurut tradisi Timur: penuh perhatian terhadap suami, hemat, dan rajin mengurus rumah tangga.
 
Tidak lama kemudian Ju-Yung kembali ke Seoul. Dia menyewa sebuah rumah di sekitar Shintangdong yang menghadap ke jalan dan membuka toko hasil pertanian yang dinamai Firma Kyongil. Kondisi ekonominya pun menjadi sangat baik. Saat itu, ia baru berumur 22 tahun, berarti 4 tahun setelah kabur terakhir kalinya dari rumah.
 
Namun, baru 2 tahun, Jepang mengadakan agresi besar-besaran terhadap Tiongkok
Pemerintahan Jepang di Korea mengambil alih dan menguasai pengadaan bahan makanan selama masa perang. Toko Ju-Yung ditutup dan ia terpaksa mudik ke kampungnya.
 
Ju-Yung berpikir, selama ini ia selalu berhasii mengatasi kesulitan kalau berusaha sungguh-sungguh. Jadi, ia pun kembali ke Seoul dengan tekad menjajaki kemungkinan membuka usaha lain. Ia membuka bengkel perbaikan kendaraan bermotor karena usaha itu modalnya kecil tetapi cepat balik modal. Lagi pula, orang Jepang di Korea tidak mau terjun ke bidang usaha "kotor" seperti itu.
 
Pada 1 Februari 1940, dia mengambil alih manajemen bengkel reparasi mobil "A-Do Service". Untuk itu, ia harus mengeluarkan semua uangnya dan masih meminjam dari pelanggan lamanya. Modal seluruhnya 5.000 Won. Namun, baru 5 hari, api melalap bengkel itu. Cobaan berat kembali menderanya.
 
Meski tanpa uang sepeser di tangan, Chung Ju-Yung tetap tidak berpaling sedikit pun dari tekadnya. Ia berutang lagi sebesar 3.000 Won pada pelanggan lamanya itu dan membuka lagi bengkel "A-Do Service" di tempat baru dengan mempekerjakan 50 karyawan. Karena usahanya tidak memiliki izin, dia selalu disatroni polisi Jepang di wilayah itu. Dengan cerdiknya, dia berhasil meluluhkan hati polisi yang lantas menyuruhnya memindahkan papan nama ke tempat yang agak tersembunyi sehingga polisi dapat berpura-pura tidak melihatnya. Sejak itu, bengkelnya bebas dari "sidak" dan berkembang pesat.
 
Ketika persaingan usaha bengkel mobil sangat ketat, Ju-Yung menerapkan strategi "pelayanan cepat" dengan bayaran lebih mahal. Menurut Ju-Yung, mutu pelayanan bengkel rata-rata sama. Kelebihan yang bisa ia berikan adalah pelayanan yang cepat dan efisien. Pemilik mobil masa itu umumnya sangat kaya. Mereka tidak keberatan keluar uang agak lebih banyak asal kendaraan mereka selesai ditangani dengan baik dalam waktu cepat. Akibatnya, ia memperoleh keuntungan lebih besar dari bengkel-bengkel lain.
 
Orientasi pada efisiensi ini kemudian diterapkan pada manajemen Hyundai dalam bersaing ketat di dunia industri.
 
Pada akhir 1941, imperialis Jepang memulai Perang Pasifik dan sebuah maklumat diterbitkan yang intinya mengharuskan semua perusahaan dirampingkan agar cocok menghadapi perang. Banyak perusahaan Korea harus merger dengan perusahaan Jepang. Pada awal 1943, "A-Do Service" milik Chung Ju-Yung dipaksa merger dengan perusahaan Jepang. Kerja kerasnya selama 3 tahun seakan-akan runtuh dalam sehari.
 
Chung Ju-Yung tidak mau menyerah pada keadaan. Ia membeli 30 truk dan menjalankan usaha transportasi. Truknya mengangkut bijih emas dari pertambangan ke pabrik pengolahan. Teman pemilik pertambangan selalu merongrong usaha Ju-Yung sehingga Mei 1945 ia terpaksa menjual usahanya di bawah harga kepada seorang pengusaha Jepang, yaitu cuma 50.000 Won. Namun, siapa sangka 3 bulan kemudian, 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat.
 
Sebulan kemudian Ju-Yung sudah kembali ke Seoul untuk bergabung dengan sebuah usaha peleburan logam sambil menunggu kesempatan memulai usaha baru.
 
Meluaskan usaha
April 1946,bersama teman-temannya, Chung Ju-Yung membeli tanah di tengah kota Seoul. Dia memancangkan papan nama Hyundai Motor Industrial Co. (juga Hyundai Auto Repair Works) untuk pertama kalinya. Hyundai artinya modernistic, model baru.
 
Pada saat itu angkatan bersenjata AS yang ditempatkan di Korea dilengkapi dengan kendaraan dalam jumlah besar. Karena perusahaan Ju-Yung sangat berpengalaman dan memiliki keterampilan tinggi di bidang perbaikan mobil, ia segera mendapat kepercayaan dari para pelanggannya. Dalam waktu kurang dari setahun, bengkel reparasinya berkembang pesat menjadi bengkel besar yang mempekerjakan 100 orang.
 
Suatu hari Chung Ju-Yung pergi ke balai kota untuk meminta pinjaman bagi perusahaannya. Ia mendapat 1 juta Won. Namun, orang lain yang meminta pinjaman mendapat 10 juta Won. Ia jadi penasaran. Ia mendapat jawaban bahwa perusahaan konstruksi jauh lebih menarik para investor daripada usaha perbengkelan.
 
Begitu pulang, ia menancapkan papan bertuliskan Hyundai Civil Engineering Co. di sebelah papannya yang lama. Begitulah, 25 Mei 1947 itu ia mendirikan perusahaan konstruksi yang akan menjadi perusahaan raksasa. Ketika beberapa temannya mengingatkan untuk tidak melangkah ke arah yang tidak cukup dikuasainya, ia menimpali, "Saya pernah bekerja di sejumlah dok dan memiliki pengalaman lebih banyak ketimbang yang lain." Dengan kata-kata itu, Chung Ju-Yung memulai bisnis barunya.
 
Berawal dengan hanya seorang insinyur dan beberapa teknisi, Hyundai Civil Engineering Co. mencatat rekor meraih total kontrak 15,3 juta Won pada tahun pertama. Dalam 2 tahun berikutnya perusahaan ini memantapkan reputasi sangat baik di antara 3.000 perusahaan konstruksi dalam negeri yang dimonopoli beberapa grup industri raksasa.
 
Tanggal 15 Agustus 1948, Republik Korea berdiri dengan Lee Syng-man sebagai presiden. Januari 1950, Chung Ju-Yung menggabungkan Hyundai Civil Engineering Co. dan Hyundai Motor Company menjadi Hyundai Engineering & Construction Co. Ltd. yang menjadi cikal bakal Hyundai Enterprises Group. Saat Chung Ju-Yung akan melakukan ekspansi berikutnya, Juni tahun itu pecahlah Perang Korea Korea Utara yang didukung kubu komunis bertarung dengan Korea Selatan yang didukung AS. Hyundai Construction yang baru berumur 6 bulan pun berantakan.
 
Chungju-Yung dan keluarganya mengungsi. Sebagai kepala keluarga, ia harus mengais-ngais dari bawah lagi. Saat mengantar koran-koran ke seorang politikus, ia mendapat kesempatan menyaksikan betapa pemimpin-pemimpin Republik Daehan (nama lain dari Korea) hidup bermewah-mewah padahal rakyat sedang sengsara sehingga ia merasa sangat sebal.
 
Lalu 15 September 1950, tentara AS mendarat di Inchon. Tentara negeri Paman Sam ini menggelar banyak proyek pembangunan. Seorang adik Chung Ju-Yung, yaitu Chung In-Yung, menjadi juru bahasa Letnan McAllister. McAllister membutuhkan perusahaan konstruksi yang bisa dipercaya dan meminta informasi dari juru bahasanya yang lantas merekomendasikan Chung Ju-Yung dengan Hyundai Construction Company-nya. Berkat pembangunan dok pelabuhan Inchon, Hyundai mendapat pengalaman elementer dalam meraih proyek internasional. Ini merupakan modal saat berkompetisi di masa mendatang di pasar internasional.
 
Tahun 1952, Jenderal Eisenhower, pahlawan Perang Dunia II yang kemudian menjadi Presiden AS, berkunjung ke Korea. Garnisun AS mempercayai Hyundai untuk membangun rumah tempat jenderal itu menginap. Syaratnya, WC-nya memakai kloset. Padahal, Chung Ju-Yung tidak tahu bagaimana rupanya water closet. Namun, semuanya beres juga hanya dalam waktu 15 hari.
 
Gencatan senjata ditandatangani antara Korea Utara dan Korea Selatan pada 27 Juli 1953. AS menarik sebagian tentaranya dari Korea. Setelah menderita 36 tahun di bawah aturan kolonial, Korea perlahan mendapat kemerdekaannya. Menghindari masuknya penjajah baru, Korea bertekad membangun perekonomian berdasarkan kekuatan dan sumber daya sendiri. Hyundai Construction mulai menerima tawaran dari dalam negeri.
 
Namun, saat itu inflasi menggila. Chung Ju-Yung menderita kerugian hebat dalam proyek pembangunan kembali Jembatan Golyong di atas Sungai Nak-dong. Harta yang dikumpulkannya selama ini habis tertelan. Menanggapi kerugian tersebut Ju-Yung yang tidak kenal menyerah berkata, "Ini bukan kerugian, tetapi cobaan baru." Yang penting, ia berhasil mempertahankan reputasi bisnisnya walaupun ia memerlukan waktu 20 tahun untuk melunasi semua utang.
 
Kerugian itu menjadi pelajaran baginya dalam menghadapi inflasi. "Jangan bertangan kosong kalau bergulat dengan harimau. Jangan bertelanjang kaki menyeberangi sungai yang sedang banjir," begitu ia mengutip kata-kata mutiara dari buku kuno.
 
Tahun 1957, ketika Hyundai memperbaiki Pelabuhan Inchon, perusahaan menghadapi kekurangan peralatan cukup besar. Chung Ju-Yung kemudian mengirim teknisi ke markas tentara AS untuk mencuri pandang peralatan bekas yang ada. Dari sana, dia membuat tiruannya untuk digunakan sendiri. Sejak itu, berbagai proyek di Korea ditangani Hyundai termasuk pembangunan Jembatan Sungai Han pada September 1957. Hyundai pun menjadi salah satu dari lima perusahaan konstruksi terkemuka di Korea.
 
Hyundai tidak ragu-ragu belajar dari AS dan luar negeri. Karyawannya sengaja belajar bahasa Inggris. Hyundai juga merupakan perusahaan konstruksi pertama di Korea yang merekrut para sarjana.
 
Belajar dari kegagalan
Setelah reformasi ekonomi digulirkan, menyusul pergantian pemerintahan yang menempatkan Park Chung-Hee sebagai pemimpin Korea, terbitlah harapan baru di bidang ekonomi. Penanaman modal asing digalakkan. Teknologi tinggi diimpor. Prioritas diberikan pada industri untuk impor. Korea ingin mengubah dirinya menjadi kekuatan industri modern yang bisa bersaing di pasar internasional. Chung Ju-Yung merupakan salah satu perintis kemajuan ini. Untuk membangun sistem industri yang independen, bahan mentah mesti disediakan oleh pasar dalam negeri.
 
Pada Juli 1962, pembangunan pabrik semen Danyang dimulai. Setiap Minggu malam, selama 2 tahun pembangunan, Ju-Yung datang ke lokasi proyek untuk melakukan supervisi. Saat ia datang, para pekerja tampak giat bekerja. Maklum di belakangnya mereka menjulukinya "macan buas". Suatu kali, ia ketiduran di kereta api sehingga baru turun di stasiun berikutnya: Akibatnya, ia datang terlambat 30 menit. Dia berhasil menangkap basah pekerjanya yang bermalas-malasan dan tentu saja mereka kena marah.
 
Akhirnya, pabrik semen itu rampung 6 bulan lebih cepat dari rencana. Januari 1970, pabrik tersebut berubah menjadi Hyundai Cement Co. Ltd. Kehadirannya membuat Korea tidak perlu bergantung pada bahan konstruksi dari luar negeri. Semen "Cap Macan"-nya menguasai pasaran di Korea karena murah dan perusahaan itu menjadi salah satu perusahaan terbesar di Korea. Hyundai kini memegang peranan penting dalam mendirikan jaringan tenaga penggerak industri, mulai dari panas bumi sampai nuklir.
 
Kemajuan dalam industri Korea bukan tidak ada kesulitannya bagi para pengusaha. Mereka kekurangan dana, devisa dibatasi, dan pasar dalam negeri jenuh. Satu-satunya jalan keluar adalah ikut dalam persaingan internasional.
 
Hyundai Construction Co. berhasil meraih kepercayaan di luar negeri. Proyek pertamanya adalah pembangunan jalan raya Pattaninarathiwat di Thailand. Dalam tendernya, Hyundai mengalahkan 29 perusahaan pesaing dari 16 negara, termasuk Jerman, Jepang, dan Prancis. Namun, siapa sangka proyek yang dibiayai pemerintah Thailand itu berakhir dengan kegagalan. Hyundai mengalami kerugian besar sekali.
 
Soal kegagalan yang dialaminya, Ju-Yung mengatakan, "Kegagalan ini memberi kita pelajaran bahwa di luar negeri kita harus memecahkan masalah geologi dan meteorologi yang spesifik dulu sebelum mulai membangun. Selain itu, manusianya pun berbeda. Kita harus menyesuaikan diri dengan kondisi setempat. Pengalaman buruk harus diingat. Dengan mengingat kerugian dan kegagalan, kita bisa melakukan perbaikan. Ingat, mereka yang melupakan kesalahan masa lalu, akan gagal lagi, dan gagal lagi."
 
Perusahaan otomotif terbesar di Korea
Belajar dari kerugian besar saat menggarap perbaikan Jembatan Golyong dan pembangunan jalan raya di Thailand, Hyundai berhasil meraup untung dari proyek jalan raya lain di Thailand. Perusahaan ini kemudian mengerjakan proyek raksasa, seperti proyek Alaska Storm, proyek markas militer, dan perumahan di Guam, proyek dam South Pacific Islands, dan proyek Cam Ramh Bay di Vietnam. Seluruh proyek itu memberi pelajaran berharga mengenai sumber daya manusia dan keuangan bagi Hyundai untuk mengerjakan jalan bebas hambatan Seoul - Pusan di tahun 1968.
 
Pekerjaan konstruksi jalan tol Seoul - Pusan dimulai 1 Februari 1968. Ju-Yung begitu bersemangat mengerjakan proyek ini, sampai-sampai dia menggotong tempat tidur ke lokasi proyek. Siang malam, tanpa kenal lelah, dia bekerja di sana. Pada masa itulah, untuk pertama kalinya ia menderita nyeri di tulang belakang dan tulang leher. Jalan raya sepanjang 428 km itu dibuka pada 27 Juni 1970.
 
Pada Desember 1966, 2 tahun sebelum pembangunan jalan bebas hambatan Seoul - Pusan dimulai, Hyundai Motor Company didirikan di Seoul. Sebelumnya, kendaraan bermotor di Korea banyak diimpor dari Jepang. Chung Ju-Yung punya alasan tersendiri dalam membangun industri kendaraan bermotor. "Kemakmuran suatu negara sangat erat kaitannya dengan perkembangan mobilitas dan fleksibilitasnya. Sejarah perkembangan sarana transportasi umat manusia - dari kuda tunggang sampai kapal buatan Inggris di zaman modern dan mobil Amerika abad ini - telah membuktikannya," katanya.
 
Perusahaan dengan produksi lebih dari satu juta unit per tahun, ini pernah merupakan perusahaan otomotif terbesar di Korea. Yang menjadi targetnya adalah masuk dalam lima perusahaan otomotif terbesar di dunia pada 2010.
 
Namun, dalam krisis moneter 1997 - 1998 kedudukan Grup Hyundai sempat merosot hebat.
Pada masa perintisannya, Chungju-Yung sempat menjalin kerja sama dengan pabrik mobil Amerika, Ford. Namun, Ford cuma berminat menjual suku cadang ke Korea sehingga kerja sama dihentikan. Chung Ju-Yung mengambil keputusan untuk mengandalkan kekuatan sendiri dalam mengembangkan pabrik otomotif. Kemudian, dia mempercayakan Hyundai Motors ke adiknya, Chung Se-Yung. Jalinan kerja sama pun berpindah ke Italia untuk mendapatkan teknologi mobil.
 
Model Pony pertama keluar dari jalur perakitan Hyundai Motors pada Januari 1976. Itulah mobil pertama yang pernah dibuat di Korea. Didukung oleh kondisi ekonomi yang membaik dan jaringan jalan bebas hambatan yang meluas, serta pasar yang sudah siap, produk domestik itu meraih sukses besar.
 
Berdasarkan model Pony, Hyundai memperbaharui produk mobilnya menjadi generasi baru. Desember 1984 mobil model Pony dibuat Hyundai Motor Company dengan produksi per tahun 500.000 unit.
 
Sejauh ini, Hyundai telah menghasilkan belasan model, beberapa di antaranya meraih sukses besar. Model Excel misalnya, meraih sukses di pasar AS. Pada Juli 1988, produksi. tahunan sedan model ini mencapai satu juta unit. Pada tahun 1992, model Scoupe menjadi satu dari sepuluh model teratas di AS. Pada tahun yang sama model Elantra mendapatkan penghargaan di Austria. Lalu, pada 1994 mobil sedan model Accent sukses dikembangkan Hyundai Motor Company. Pengembangan industrinya juga dilakukan dengan membeli KIA Motor Corporation pada Desember 1998.
 
Budaya kesetaraan
Chung Ju-Yung berpandangan, "Orang yang paling jujur dalam mengerjakan hal kecil, sering kali paling jujur pula dalam mengerjakan hal yang besar. Orang yang memiliki ketulusan dalam melakukan hal-hal kecil, sering kali akan tulus pula ketika melakukan sesuatu yang besar." Karyawan yang tidak jujur bisa kehilangan "meja" malam itu pula. Hyundai juga berusaha merigembangkan budaya "kesetaraan".
 
Menurut Chung Ju-Yung, para teknisi, pekerja, dan semua pegawai, bila semuanya merasa diperlakukan setara, sebagai sahabat, akan merasa ikut memiliki Hyundai. Tak seorang pun di Hyundai diharapkan merasa inferior dalam posisinya, dan tak seorang pun diperbolehkan sok superior terhadap yang lainnya.
 
Di Hyundai tidak ada tangga berjalan khusus untuk CEO sebagaimana di perusahaan lain. Jangan heran, bila sekali waktu Chung Ju-Yung yang baru melangkah masuk ke dalam lift yang penuh sesak, akan mundur kembali untuk memberi tempat kepada orang yang menyerobot karena didorong kebutuhan mendesak.
 
Di beberapa perusahaan internasional yang besar, lebih sulit melihat CEO-nya ketimbang presiden negara itu. Tapi di Hyundai, Chung Ju-Yung selalu terlihat di tengah-tengah pekerja untuk melakukan supervisi, berdiskusi dengan mereka, atau mendengar keluhan mereka. Ada begitu banyak foto yang dikutip tanpa sepengetahuannya yang menunjukkan orang lain berpakaian resmi sementara dia berkemeja biasa.
 
Ketika ada waktu luang, Ju-Yung akan bergabung dengan para pekerja, untuk adu panco, minum, atau mengobrol. Dia juga hadir di antara para pekerja dalam kegiatan seperti bermain bola voli dan gulat. Chung Ju-Yung bersedia datang dan bernyanyi di depan para pekerjanya dalam setiap pesta untuk bergembira bersama mereka. (intisarionline/bn)

About me

http://picasion.com/
Flag Counter